Jakarta, FORTUNE – PT PLN (Persero) mengatakan terus mendorong program co-firing atau penggunaan biomassa sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pengganti batu bara. Hal ini disebut bisa membentuk ekosistem energi kerakyatan.
“Co-firing bukanlah upaya untuk mengurangi emisi saja, namun kami sadar ada unsur ekonomi sirkular yang bisa membentuk ekosistem energi kerakyatan,” kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, Jumat (17/2).
Program ekonomi kerakyatan co-firing merupakan langkah nyata PLN menjawab persoalan global. Jenis bahan yang diguanakan sebagai co-firing antara lain sampah yang telah diolah menjadi Solid Recovered Fuel, sekam padi, serbuk kayu dan juga serpihan atau potongan kayu.