Jakarta, FORTUNE - Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, memproyeksikan beban puncak penggunaan listrik selama Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru) meningkat sekitar 4-5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, dibandingkan dengan beban puncak pada hari-hari biasa, justru terjadi penurunan.
“Jadi, kalau di hari biasa beban puncak bisa mencapai 43-44 GW, selama Nataru diperkirakan hanya sekitar 39 GW. Untuk itu, daya mampu pasok kami sesuaikan dengan proyeksi ini," kata Darmawan saat konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12).
PLN memastikan daya mampu pasok sebesar 53 GW, menciptakan cadangan margin sebesar 14 GW.
"Hal ini menunjukkan komitmen kami untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik, sekaligus memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga selama periode Nataru," ujarnya.
PLN memprioritaskan suplai listrik ke objek-objek vital, seperti tempat ibadah, gereja, dan lokasi-lokasi perayaan Tahun Baru. "Jangan sampai ada gangguan listrik yang menghambat perayaan keagamaan maupun kegiatan Masyarakat,” kata Darmawan.
PLN juga telah melakukan langkah-langkah antisipatif, termasuk melakukan asesmen beban puncak dan perawatan menyeluruh terhadap pembangkit listrik, transmisi, serta sistem distribusi.
"Kami sudah menyelesaikan seluruh maintenance jauh-jauh hari sebelum Nataru," kata dia.