Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
New Porsche 911 Sport Classic/Dok. Porsche
New Porsche 911 Sport Classic/Dok. Porsche

Intinya sih...

  • Porsche menarik kembali 173.538 kendaraan di AS karena kerusakan kamera belakang, termasuk model Cayenne, 911, Taycan, dan Panamera.

  • Dealer akan memperbarui perangkat lunak bantuan pengemudi tanpa biaya untuk mengatasi masalah visibilitas belakang.

  • Kinerja keuangan Porsche menurun tajam pada kuartal ketiga 2025, dengan kerugian operasional sebesar 966 juta euro.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Porsche menarik kembali (recall) 173.538 kendaraan di Amerika Serikat (AS) setelah kamera belakang gagal menampilkan gambar saat kendaraan dimasukkan ke gigi mundur, menurut Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) pada hari Rabu.

Dilansir dari CBT, Penarikan kembali ini dialami model Cayenne dan Cayenne E-Hybrid tertentu tahun 2019-2025, model 911 dan Taycan tahun 2020-2025, Panamera tahun 2024-2025, dan model Panamera E-Hybrid tahun 2025. Regulator menandai bahwa kendaraan tersebut tidak memenuhi persyaratan Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal untuk visibilitas belakang.

Guna mengatasi masalah tersebut, dealer akan memperbarui perangkat lunak bantuan pengemudi tanpa biaya.

“Ini merupakan salah satu penarikan kembali terbesar Porsche di AS dalam beberapa tahun terakhir, menyusul penarikan kembali pada tahun 2022 yang memengaruhi 222.858 kendaraan karena penutup sekrup penyetel lampu depan yang hilang,” demikian CBT menuliskan dikutip Jumat (2/1).

Awal tahun ini, NHTSA juga mengeluarkan penarikan kembali serupa untuk kendaraan Hyundai, Ford, Toyota, dan Chrysler karena kegagalan kamera pandangan belakang yang meningkatkan risiko kecelakaan.

Penarikan kembali ini menyoroti kekhawatiran yang berkelanjutan tentang sistem visibilitas belakang dan perannya dalam keselamatan kendaraan, terlebih banyak produsen mobil memperluas teknologi bantuan pengemudi di berbagai lini model.

Kinerja Keuangan

Sebelumnya, Porsche memperkirakan 2025 akan menjadi titik terendah kinerja perusahaan, dengan pemulihan margin keuntungan pulih pada 2026.

Porsche melaporkan kerugian operasional sebesar 966 juta euro (US$1,1 miliar) pada kuartal ketiga 2025, menandai penurunan tajam dari keuntungan 974 juta euro setahun sebelumnya.

Hasil tersebut, lebih buruk dari ekspektasi analis yang memperkirakan kerugian sebesar 611 juta euro, menyoroti tantangan keuangan yang semakin dalam bagi produsen mobil Jerman tersebut di tengah kebijakan hambatan tarif AS, perang harga, dan melambatnya permintaan di pasar-pasar utama.

Setelah menjadi simbol keunggulan teknik setelah IPO-nya pada tahun 2022, Porsche kini menghadapi transisi yang bergejolak menuju kendaraan listrik (EV) sambil berjuang mempertahankan penjualan di seluruh Eropa, Amerika Utara, dan Tiongkok. Hasil kuartalan terbaru sangat dipengaruhi oleh pengeluaran yang terkait dengan penarikan kembali strategi EV perusahaan, termasuk keputusan untuk menghentikan produksi baterai internal.

Kepala Keuangan Jochen Breckner mengkonfirmasi bahwa 2025 akan menjadi "titik terendah" sebelum pemulihan, dengan margin keuntungan diperkirakan akan meningkat menjadi angka tunggal yang tinggi pada 2026. Porsche menegaskan kembali proyeksinya dengan pengembalian penjualan tipis sebesar 2 persen, turun dari tahun sebelumnya.

Breckner mencatat bahwa tarif impor AS akan mengakibatkan kerugian sekitar 700 juta euro 2025. Untuk mengimbangi biaya tersebut, Porsche berencana untuk menaikkan harga kendaraan di AS dalam beberapa bulan mendatang dan mengurangi dividen tahun 2025 di bawah €2,31 per saham tahun lalu.

Produsen mobil ini juga menerapkan langkah-langkah restrukturisasi yang signifikan, salah satunya dengan memangkas 1.900 pekerja tetap dalam beberapa tahun mendatang, selain 2.000 posisi sementara yang telah dipangkas pada 2024. Rencana efisiensi biaya kedua yang sedang dinegosiasikan akan berfokus pada penyesuaian tingkat gaji dan pengurangan tunjangan karyawan daripada PHK lebih lanjut.

Editorial Team

EditorEkarina .