Profil MedcoEnergi, Perusahaan yang Akuisisi Aset Migas Eni

MedcoEnergi mengakuisisi 10 persen hak partisipasi nonoperator Eni di Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.
Transaksi mencakup aset produksi, pengembangan, eksplorasi, serta penemuan gas Geliga.
Akuisisi ditujukan memperkuat portofolio migas dan rantai pasokan LNG MedcoEnergi.
Jakarta, FORTUNE — PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) atau MedcoEnergi mengakuisisi 10 persen hak partisipasi nonoperator milik Eni S.p.A. di empat wilayah kerja migas di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Keempat wilayah tersebut meliputi Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal.
Akuisisi ini mencakup aset produksi, pengembangan, dan eksplorasi migas, termasuk penemuan gas Geliga di wilayah Ganal. Transaksi masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan, termasuk persetujuan Pemerintah Indonesia.
Bersamaan dengan kabar ini, proffil MedcoEnergi cukup menarik perhatian. Berikut profil perusahaan yang mengakuisi Eni.
Table of Content
Profil MedcoEnergi
MedcoEnergi didirikan oleh Arifin Panigoro pada 1980 dengan nama PT Meta Epsi Pribumi Drilling Company. Awalnya bergerak di bidang jasa pengeboran, perusahaan mulai memasuki bisnis eksplorasi dan produksi migas pada 1992, kemudian melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1994.
Pada 2016, MedcoEnergi memperluas bisnisnya melalui akuisisi South Natuna Sea Block B dan Amman Mineral Nusa Tenggara. Setahun kemudian, perusahaan mengambil alih kendali penuh Medco Power untuk memperkuat bisnis ketenagalistrikan.
Saat ini, MedcoEnergi tercatat di BEI dengan kode saham MEDC. Bisnisnya mencakup minyak dan gas bumi, ketenagalistrikan, serta investasi pertambangan tembaga dan emas.
Di sektor migas, MedcoEnergi menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi di Indonesia, Asia Tenggara, dan Timur Tengah. Sementara itu, bisnis ketenagalistrikannya mencakup pembangkit berbahan bakar gas, tenaga surya, panas bumi, dan mini hidro.
MedcoEnergi juga memiliki investasi nonkonsolidasi di PT Amman Mineral Internasional Tbk yang bergerak di bidang pertambangan tembaga dan emas.
Akuisisi mencakup empat wilayah kerja
Akuisisi hak partisipasi milik Eni menjadi langkah MedcoEnergi untuk memperluas bisnis hulu migas di Indonesia. Ekspansi ini melanjutkan pengembangan bisnis perusahaan yang telah memasuki sektor eksplorasi dan produksi migas sejak 1992.
Dalam kesepakatan tersebut, MedcoEnergi akan mengambil alih 10 persen hak partisipasi nonoperator di masing-masing wilayah kerja Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal. Keempat wilayah tersebut dioperasikan oleh Searah, perusahaan patungan Eni dan PETRONAS asal Malaysia.
Sebelum transaksi, Eni memiliki 88,3 persen hak partisipasi di Muara Bakau, 82 persen di Ganal, 70 persen di West Ganal, dan 100 persen di East Ganal.
Eni telah mengumumkan rencana penjualan 10 persen hak partisipasi migas di Indonesia kepada pihak ketiga pada Mei 2026. Transaksi yang terpisah dari pembentukan Searah tersebut ditargetkan selesai pada 2026.
Potensi gas Geliga dan proyek gas Cekungan Kutai
Salah satu aset dalam transaksi MedcoEnergi dan Eni adalah penemuan gas Geliga di wilayah kerja Ganal. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut potensi sumber daya gas di lapangan tersebut mencapai 5 triliun kaki kubik, dengan kondensat sekitar 300 juta barel setara minyak (boe).
Pemerintah memperkirakan produksi gas Geliga meningkat dari 600–700 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Produksi menjadi 2.000 MMSCFD pada 2028 dan 3.000 MMSCFD pada 2030.
Sementara itu, produksi kondensat ditargetkan mencapai 90.000 barel per hari pada 2028 dan meningkat menjadi 150.000 barel per hari pada 2029–2030.
Selain Geliga, pengembangan migas di Cekungan Kutai mencakup proyek North Hub dan South Hub yang dikelola Searah. Kedua proyek tersebut diproyeksikan menghasilkan gas sebesar 2–3 miliar kaki kubik per hari dan kondensat sekitar 200.000 barel per hari.
Adapun proyek Kutei North Hub mencakup pengembangan Lapangan Geng North di wilayah kerja North Ganal dan Lapangan Gehem di wilayah kerja Rapak.
Kinerja dan strategi pertumbuhan MedcoEnergi
CEO MedcoEnergi Ronald Gunawan mengatakan akuisisi hak partisipasi Eni akan memperkuat portofolio migas perusahaan, terutama dalam rantai pasokan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG).
"Transaksi ini melengkapi portofolio kami di Indonesia, memperluas kehadiran kami dalam rantai pasokan LNG yang telah terbangun dengan dukungan infrastruktur dan operasi berkelas dunia," ujar Ronald dalam siaran pers, Senin (12/10).
Menurutnya, akuisisi tersebut akan mendukung produksi jangka panjang melalui aset yang telah beroperasi dan proyek pengembangan gas di Cekungan Kutai.
"Langkah ini juga memperkuat basis produksi jangka panjang kami dengan aset yang telah berproduksi dan proyek pengembangan gas berskala besar, sekaligus membuka potensi eksplorasi di Cekungan Kutai yang sangat prospektif, berkat keberhasilan eksplorasi terkini maupun berbagai prospek yang menjanjikan di masa depan," tambahnya.
Pada semester I 2026, produksi migas MedcoEnergi mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), dengan kontribusi gas sekitar 72 persen.
MedcoEnergi juga mencatat pendapatan sebesar 1,415 miliar dolar AS dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 275 juta dolar AS. Perseroan mempertahankan target produksi migas 2026 sebesar 165–170 mboepd.
Meski demikian, MedcoEnergi belum mengumumkan nilai transaksi maupun perkiraan tambahan produksi dari akuisisi Eni. Penyelesaian transaksi masih menunggu pemenuhan persyaratan, termasuk persetujuan pemerintah.
FAQ seputar profil MedcoEnergi
Apa saja lini bisnis MedcoEnergi? MedcoEnergi bergerak di bidang minyak dan gas, ketenagalistrikan, serta pertambangan tembaga dan emas.
Berapa hak partisipasi yang diakuisisi MedcoEnergi? MedcoEnergi sepakat mengambil alih 10 persen hak partisipasi nonoperator dari Eni di empat PSC.
Apa saja wilayah kerja yang masuk dalam transaksi? Wilayah kerja tersebut meliputi Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal.
Berapa produksi migas MedcoEnergi pada semester I 2026? Produksi minyak dan gas perusahaan mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari.
Kapan transaksi berlaku efektif? Transaksi berlaku setelah seluruh persyaratan terpenuhi, termasuk persetujuan Pemerintah Indonesia.





















