Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Pupuk Indonesia Bangun dan Revitalisasi Delapan Pabrik

2 min read
Pupuk Indonesia Bangun dan Revitalisasi Delapan Pabrik
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengatakan bahwa saat pabrik soda ash beroperasi penuh, pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi 300.000 metrik ton per tahun dan diperkirakan mampu memenuhi sekitar 30% kebutuhan soda ash nasional yang selama ini masih bergantung pada impor. (Dok. PT Pupuk Indonesia (Persero) ).
  • Pupuk Indonesia menyiapkan pembangunan dan revitalisasi delapan pabrik untuk memperkuat kapasitas produksi serta pengembangan produk kimia.

  • Proyeknya mencakup revitalisasi fasilitas pupuk, kawasan industri, pabrik ammonia dan urea, Soda Ash, serta metanol.

  • Ekspansi didukung kinerja Semester I 2026 dengan laba bersih Rp8,51 triliun dan pendapatan Rp59,67 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Proyek mana yang paling strategis bagi Pupuk Indonesia?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Pupuk Indonesia (Persero) berencana membangun dan merevitalisasi delapan pabrik demi memperkuat kapasitas produksi hingga mendukung pengembangan produk kimia.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan ekspansi pada fasilitas produksi akan dijalankan dalam lima tahun ke depan. Agenda industrialisasi dijalankan pada dua lini sekaligus melalui revitalisasi dan ekspansi kapasitas produksi, serta mendorong hilirisasi gas bumi dan pengembangan produk kimia.

"Industrialisasi merupakan DNA Pupuk Indonesia, dan transformasi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutannya agar semakin efisien dalam operasional, tangguh, dan mampu menjawab kebutuhan pangan serta industri nasional dalam jangka panjang," ujar Rahmad dalam keterangan resmi, Selasa (6/10).

Delapan proyek revitalisasi tersebut mencakup Amurea Pusri IIIB untuk meningkatkan efisiensi energi serta pengembangan Amurea Papua Barat, Amurea PIM III, dan Pabrik NPK Steam Granulasi Gresik. Selain itu, perseroan mengembangkan Kawasan Industri Pupuk Fakfak di Papua Barat, serta membangun pabrik ammonia dan urea (Amurea) di Maluku.

Pupuk Indonesia juga tengah menyiapkan proyek hilirisasi melalui pengembangan Soda Ash di Bontang dan Gresik serta proyek metanol di Lhokseumawe dan Bontang.

"Pengembangan produk bernilai tambah merupakan upaya kami memperkuat posisi Pupuk Indonesia sebagai industrial dan specialty chemical powerhouse di tingkat dunia," kata Rahmad.

Kemampuan perusahaan melakukan ekspansi juga tercermin dalam kineja keuangan. Sepanjang semester I 2026, Pupuk Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp8,51 triliun, tumbuh 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan perusahaan meningkat 51 persen menjadi Rp59,67 triliun, sedangkan EBITDA tumbuh 140 persen menjadi Rp14,28 triliun, seiring pertumbuhan volume produksi dan efisiensi biaya operasional. Sepanjang 2025, Pupuk Indonesia menyalurkan 8.110.571 ton pupuk bersubsidi, meningkat 10,68% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dengan kapasitas produksi sekitar 14,8 juta ton per tahun, Pupuk Indonesia terus memastikan pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri sebagai prioritas. Revitalisasi pabrik, pembangunan kapasitas baru, dan diversifikasi usaha akan memperkuat kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan masa depan," pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Related Articles

    See More