"Finally Found You! punya siapa?" Pertanyaan itu mungkin pernah terlintas di benak siapa pun yang pertama kali menemukan brand kecantikan ini di beranda Shopee atau fyp TikTok. Jawabannya: Putu Maharaja Segara Putra, yang akrab disapa Raja di lingkungan bisnis.
Di Balik Finally Found You!: Raja yang Memilih Jalannya Sendiri

Raja, seorang lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang mendirikan Finally Found You! pada 2021 bersama Frans Layendra dengan fokus pada produk unggulan, kedekatan konsumen, dan pembelajaran dari data digital.
FFY menggabungkan distribusi online dengan interaksi offline melalui live streaming dan roadshow, sementara Raja menegaskan personal brand hanya sebagai jembatan menuju organisasi yang sistematis.
Dengan pengembangan produk berbasis lima filter dan ambassador strategis, FFY menyiapkan ekspansi ke Singapura serta Malaysia sambil mempertahankan identitas Indonesia dan standar global.
Ada yang menarik dari cara Raja berbicara tentang bisnisnya, tidak ada euforia, tidak ada hiperbola. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini sempat meniti karier sebagai lawyer sebelum akhirnya memilih jalan yang berbeda. Pengalaman tersebut bukan sekadar latar belakang akademis, tetapi membentuk cara Raja berpikir, mengambil keputusan, dan memimpin organisasi hingga hari ini.
"Latar belakang hukum dan industri kecantikan memang terlihat jauh. Tapi bagi saya keduanya tidak kontradiktif. Saat belajar hukum saya terbiasa berhati-hati dalam klaim dan mencari bukti sebelum memutuskan. Itu yang saya bawa ke Finally Found You!,” ujar Raja kepada Fortune Indonesia (4/9).
Tahun 2021, ketika banyak orang memangkas risiko, Raja melihat celah yang jelas. Pasar kecantikan Indonesia sudah sangat teredukasi dan aktif secara digital, tapi konsumen selalu terpaksa memilih antara kualitas produk, pengalaman brand yang premium, dan harga yang masuk akal. Tidak ada yang menawarkan ketiganya sekaligus. Bersama Co-Founder Frans Layendra, ia membangun Finally Found You!, bukan hanya sebagai brand yang menjual produk, tapi sebagai brand yang membangun hubungan langsung dengan konsumennya.
"Kami ingin konsumen punya satu perasaan saat membeli produk Finally Found You!: akhirnya saya menemukan brand yang memahami saya,” ungkapnya.
Tanpa modal besar dan jalur distribusi yang mapan, FFY memilih untuk fokus pada dua hal dari awal: hero products yang menghasilkan pertumbuhan repetitif, dan kedekatan yang genuine dengan konsumen. Dari dua fondasi itu, FFY membangun loop pembelajaran yang cepat, setiap konten, setiap transaksi, setiap interaksi menjadi bahan untuk terus memperbaiki diri.
Turning point pertama datang ketika Raja dan tim menyadari bahwa distribusi online bukan hanya sarana penjualan, tetapi sarana mendengar. Data dan insight dari sanalah yang mengantarkan FFY ke titik yang dicapai hari ini: jutaan produk terjual, ratusan miliar rupiah revenue, dan posisi sebagai salah satu brand kecantikan paling dipercaya di Indonesia.
"Turning point kedua yang sekarang saya sadari adalah bahwa perusahaan ini, apabila mau berkembang lebih besar, harus berubah dari founder-led company menjadi sistem-led company. Trust yang sudah kami bangun perlu diolah menjadi data, organisasi, dan sistem yang mumpuni untuk pertumbuhan jangka panjang,” jelasnya.
Kepercayaan yang Tidak Bisa Dibeli

COO & Co-Founder & Finally Found You!, Frans Layendra dan CEO & Co-Founder Finally Found You!, Putu Maharaja Segara Putra (dok. Fortune Indonesia) Hal yang membedakan Raja dari banyak CEO di levelnya adalah pilihannya untuk tetap hadir di garis terdepan. Ia adalah wajah FFY, secara harfiah, aktif sebagai content creator, mengulas produk sendiri, berjualan langsung melalui live streaming, hingga menggelar roadshow "Finally, Meet The Founders" ke Yogyakarta, Solo, dan Semarang bersama Frans Layendra.
Bagi Raja, ini bukan strategi marketing. Ini cara mendengar.
"Reach dan impression itu mudah dibeli. Trust tidak. Dashboard bisa bicara soal angka, tetapi tidak bisa menjelaskan sisi manusia dari data. Pada saat kami terjun langsung, kami sadar bahwa pertimbangan orang untuk membeli itu terkadang sesederhana: apakah teksturnya nyaman, apakah orang yang melayani mereka informatif,” paparnya.
Kunjungan langsung ke konsumen itu membuka mata Raja terhadap satu insight penting: distribusi online saja tidak cukup untuk membangun brand legacy. Ada sesuatu yang hanya bisa ditawarkan oleh offline: sensorial experience, memegang packaging, edukasi langsung dari beauty advisor, dan brand memories yang terbangun dari interaksi nyata. "Online bisa memberikan distribusi yang sangat cepat dan penjualan yang tinggi. Tapi brand memories dari pengalaman offline bisa menawarkan sesuatu yang lebih."
Namun Raja sangat sadar membedakan personal brand-nya dengan identitas FFY. Di TikTok maupun Instagram, persona Raja dan Finally Found You! adalah dua entitas yang sangat berbeda, dengan visual, tone, dan brand core yang masing-masing punya ruangnya sendiri. Tim kreatif, tim brand marketing, dan seluruh organisasi FFY diberi ruang untuk mengeksplorasi brand core FFY tanpa harus mengikuti persona pendirinya.
"Personal presence itu akselerator, jembatan. Tapi rumahnya tetap Finally Found You!. Yang membuat orang bertahan adalah produknya. Saya ingin orang mengenal saya sebagai founder, tetapi saya tetap ingin orang mengenal FFY sebagai organisasi yang reliable, sebuah sistem yang mereka percaya,” ungkapnya.
Dari Indonesia untuk Dunia

Produk Hyd-rice-ing & Brightening Essence Booster Finally Found You! (dok. Finally Found You!) Kepercayaan itu juga yang menjadi dasar keputusan strategis pemilihan brand ambassador. Manohara dipilih karena mampu merepresentasikan FFY dari sisi elegan dan timeless beauty, sekaligus membuka pasar baru ke demografi yang lebih mature. Sementara Amanda Zahra hadir dengan gaya komunikasi yang kekinian dan dekat dengan audiensnya, sekaligus menjadi jembatan untuk FFY masuk ke kategori body care. Yang membuat keputusan ini lebih dari sekadar endorsement: Amanda dilibatkan langsung dalam proses product development.
"Kami tidak hanya mencari wajah untuk merepresentasikan FFY. Kami mencari figur yang bisa membuka persepsi baru bahwa definisi kecantikan yang didefinisikan Finally Found You itu luas. Manohara dan Amanda Zahra kemudian membuka persepsi bahwa cantiknya Indonesia itu luas,” paparnya.
Di balik seluruh kedekatan dengan konsumen itu, ada sistem product development yang dibangun dengan sangat ketat. Science First bukan sekadar jargon. Setiap produk FFY harus melewati lima filter sebelum layak diluncurkan: permasalahan kulit yang cukup besar dan berulang, evidence atau teknologi yang menjadi pembeda, right to win yang jelas berdasarkan expertise FFY, lifetime value yang panjang, dan peran yang relevan dalam portofolio yang sudah ada.
"Saya tidak ingin FFY dijadikan contoh brand yang hanya meng-copy sesuatu yang viral. Trend bisa kita baca, kita bisa olah datanya. Tapi trend itu bukan satu-satunya keputusan kami,” jelasnya.
Kini FFY bersiap memasuki babak baru, ekspansi ke Singapura dan Malaysia. Strateginya tidak sesederhana mendistribusikan seluruh portofolio ke pasar baru. Raja menekankan pentingnya consumer research yang mendalam di setiap negara, pemilihan hero SKU yang relevan dengan permasalahan kulit lokal, dan partner distribusi yang tepat. Sementara brand core value FFY dipertahankan, cara komunikasinya disesuaikan dengan konteks lokal masing-masing pasar.
"Saya ingin dari pasar regional ini, orang melihat Finally Found You sebagai brand lokal Indonesia yang terkenal dengan Rice Heritage, membawa nama Indonesia ke panggung yang lebih besar. Tapi dengan standar dan sistem yang global,” paparnya.
FFY kini meraih berbagai penghargaan bergengsi dari platform dan media kecantikan terkemuka, membangun distribusi nasional, dan melangkah mantap ke Asia Tenggara. Namun ketika ditanya pencapaian paling personal, Raja tidak menyebut satu angka pun.
"Pencapaian terbesar saya adalah ketika saya sadar bahwa FFY bukan hanya perusahaan untuk mencari revenue, tetapi rumah bagi orang untuk bertumbuh. Tim yang bisa menafkahi keluarganya, memberangkatkan orang tuanya umrah. Konsumen yang pulang dengan lebih dari yang mereka cari, yaitu kulit yang lebih sehat, dan rasa percaya diri yang ikut menyertainya,” jelasnya.
Pada akhirnya, tujuan yang ingin Raja bangun melampaui angka dan valuasi. Ia ingin membuktikan bahwa perusahaan kecantikan Indonesia mampu berskala secara global tanpa kehilangan identitasnya, melalui data governance, talent development, brand building, dan profitable growth yang tidak kehilangan etika dalam prosesnya.
"Saya tidak membangun FFY hanya untuk menjadi brand kecantikan terbesar di Indonesia. Saya ingin membuktikan bahwa eksekusi perusahaan kelas dunia bisa lahir dari sini. Dan ketika itu terjadi, FFY tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi memperluas imajinasi generasi founder berikutnya tentang apa yang bisa dibangun dari Indonesia." pungkasnya. (WEB)




















