"Finally Found You! punya siapa?" Pertanyaan itu mungkin pernah terlintas di benak siapa pun yang pertama kali menemukan brand kecantikan ini di beranda Shopee atau fyp TikTok. Jawabannya: Putu Maharaja Segara Putra, yang akrab disapa Raja di lingkungan bisnis.
Ada yang menarik dari cara Raja berbicara tentang bisnisnya, tidak ada euforia, tidak ada hiperbola. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini sempat meniti karier sebagai lawyer sebelum akhirnya memilih jalan yang berbeda. Pengalaman tersebut bukan sekadar latar belakang akademis, tetapi membentuk cara Raja berpikir, mengambil keputusan, dan memimpin organisasi hingga hari ini.
"Latar belakang hukum dan industri kecantikan memang terlihat jauh. Tapi bagi saya keduanya tidak kontradiktif. Saat belajar hukum saya terbiasa berhati-hati dalam klaim dan mencari bukti sebelum memutuskan. Itu yang saya bawa ke Finally Found You!,” ujar Raja kepada Fortune Indonesia (4/9).
Tahun 2021, ketika banyak orang memangkas risiko, Raja melihat celah yang jelas. Pasar kecantikan Indonesia sudah sangat teredukasi dan aktif secara digital, tapi konsumen selalu terpaksa memilih antara kualitas produk, pengalaman brand yang premium, dan harga yang masuk akal. Tidak ada yang menawarkan ketiganya sekaligus. Bersama Co-Founder Frans Layendra, ia membangun Finally Found You!, bukan hanya sebagai brand yang menjual produk, tapi sebagai brand yang membangun hubungan langsung dengan konsumennya.
"Kami ingin konsumen punya satu perasaan saat membeli produk Finally Found You!: akhirnya saya menemukan brand yang memahami saya,” ungkapnya.
Tanpa modal besar dan jalur distribusi yang mapan, FFY memilih untuk fokus pada dua hal dari awal: hero products yang menghasilkan pertumbuhan repetitif, dan kedekatan yang genuine dengan konsumen. Dari dua fondasi itu, FFY membangun loop pembelajaran yang cepat, setiap konten, setiap transaksi, setiap interaksi menjadi bahan untuk terus memperbaiki diri.
Turning point pertama datang ketika Raja dan tim menyadari bahwa distribusi online bukan hanya sarana penjualan, tetapi sarana mendengar. Data dan insight dari sanalah yang mengantarkan FFY ke titik yang dicapai hari ini: jutaan produk terjual, ratusan miliar rupiah revenue, dan posisi sebagai salah satu brand kecantikan paling dipercaya di Indonesia.
"Turning point kedua yang sekarang saya sadari adalah bahwa perusahaan ini, apabila mau berkembang lebih besar, harus berubah dari founder-led company menjadi sistem-led company. Trust yang sudah kami bangun perlu diolah menjadi data, organisasi, dan sistem yang mumpuni untuk pertumbuhan jangka panjang,” jelasnya.
