Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Wendy's restaurant (commons.wikimedia.org/Nheyob)
Wendy's restaurant (commons.wikimedia.org/Nheyob)

Intinya sih...

  • Raksasa makanan cepat saji Wendy's akan menutup ratusan gerai di AS untuk meningkatkan penjualan yang lesu.

  • CEO Ken Cook mengumumkan rencana penutupan "persentase satu digit menengah" dari hampir 6.000 gerai yang beroperasi di seluruh AS.

  • Wendy's melanjutkan rencana pemulihannya dengan fokus pada nilai bagi pelanggan, seiring dengan kesuksesan pesaingnya seperti McDonald's.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Raksasa makanan cepat saji Wendy's akan menutup ratusan restorannya di Amerika Serikat (AS). Langkah ini ditempuh seiring upaya perusahaan berfokus pada nilai dan meningkatkan penjualan yang lesu di pasar domestik sekaligus rencana pengurangan ukuran yang tengah berlangsung.

Melansir laman USA Today, CEO sementara Ken Cook pertama kali menyampaikan kepada investor dalam panggilan kinerja keuangan triwulanan pada 7 November bahwa perusahaan berencana menutup “persentase satu digit menengah” dari hampir 6.000 gerai yang beroperasi di seluruh AS.

Dalam konferensi pers pada 13 Februari, Cook menjelaskan bahwa perusahaan telah menutup 28 restoran pada kuartal IV 2025 sebagai bagian dari rencana penutupan 5–6 persen gerai. Dengan jumlah restoran yang beroperasi sekitar 5.969 gerai pada akhir tahun, total penutupan diperkirakan mencapai 300 hingga 360 gerai pada semester I 2026. Hingga kini, daftar lokasi yang akan ditutup belum diumumkan.

Sementara mengutip laman Fox Business, pada kuartal empat 2025, Wendy’s melaporkan penjualan di gerai yang sama, atau penjualan di restoran yang telah beroperasi setidaknya selama satu tahun, menurun 11,3 persen di AS.

Penutupan gerai dilakukan ketika raksasa makanan cepat saji ini melanjutkan rencana pemulihannya yang disebut Project Fresh. Pada Oktober 2025, Wendy's mengatakan strategi ini "dirancang untuk merevitalisasi merek, menghidupkan kembali pertumbuhan, [dan] mempercepat profitabilitas."

Perusahan juga berencana merebut kembali pelanggan adalah mengalihkan fokusnya ke nilai, karena banyak pelanggan inti masih merasa terbebani oleh biaya hidup yang lebih tinggi.

"Belajar dari tahun 2025 tentang nilai, kami terlalu condong ke promosi harga terbatas waktu daripada nilai sehari-hari," kata Cook selama panggilan konferensi.

Pesaingnya seperti McDonald's telah melihat kesuksesan karena mereka fokus pada nilai bagi pelanggan dan melaporkan penjualan mereka di pasar AS naik 6,8 persen pada kuartal keempat, lonjakan terbesar dalam sekitar dua tahun. CEO McDonald’s, Chris Kempczinski, mengatakan kepada investor pada hari Kamis bahwa perusahaan aka berfokus pada "memberikan kepemimpinan dalam nilai dan keterjangkauan, dan upaya kami berhasil."

Wendy's bergabung dengan McDonald's dan jaringan makanan cepat saji lainnya pada bulan Januari ketika meluncurkan penawaran menu hemat permanen yang disebut "Biggie Deals." Mereka memperkenalkan opsi kustomisasi baru dengan rentang harga: US$4, US$6, dan US$8.

Cook juga mengatakan tahun 2026 akan menjadi "tahun pembangunan kembali" bagi perusahaan, dan mencatat peluncuran mendatang dari sandwich ayam baru dan "cheesy bacon cheeseburger."

"Fokus kami tahun ini adalah memulihkan relevansi dan membangun kembali kepercayaan dengan pelanggan melalui eksekusi dan pemasaran yang disiplin," katanya.

Editorial Team

EditorEkarina .