Jakarta, FORTUNE – Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani sepanjang 2021 hanya mencapai 88,45 persen atau sekitar 7,76 juta ton dari total yang dialokasikan sebanyak 8,78 juta ton.
Direktur Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian, Ali Jamil mengatakan, penyaluran dari Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) kepada distributor mencapai 7,9 juta ton. “Jadi, antara penyaluran PIHC kepada distributor dan penyaluran kepada petani itu ada selisih sekitar hampir 100 ribu ton,” ucapnya seperti dilansir Antara, Kamis (3/2).
Pada 2022, anggaran pupuk bersubsidi menurun menjadi Rp25,28 triliun dari yang sebelumnya sebesar Rp29,05 trilun.