Jakarta, FORTUNE - Emiten rumah sakit, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mengakuisisi aset properti First Real Estate Investment Trust (First REIT) senilai Rp9 triliun. Pembelian aset ini akan dilakukan dalam dua tahap, pertama sebesar Rp5,12 triliun dan tahap kedua Rp3,87 triliun.
Sekertaris Perusahaan SILO, Lewi Aga Basoeki mengatakan, nilai tersebut merepresentasikan nilai keseluruhan berdasarkan nilai properti yang telah disepakati sebelum dilakukan penyesuaian atas nilai asset bersih serta komitmen belanja modal yang masih ada.
"Setelah pertimbangan mendalam, transaksi ini diharapkan membawa dampak positif bagi perseroan serta para pemangku kepentingan lainnya," katanya dalam keterang resmi, Rabu (1/4).
Aksi korporasi ini sejalan dengan rencana ekspasi bisnis dan strategi perseroan dalam tahun keuangan berjalan. Tidak memiliki dampak material terhadap arus kas perusahaan. Adapun, seluruh sumber penndanaan transaksi ini berasal dari fasilitas kredit sindikasi.
Secara struktur, akuisisi dilakukan melalui pembelian saham dari sejumlah entitas afiliasi First REIT yang berbasis di Singapura. Pada tahap pertama, aset yang diambil alih mencakup jaringan rumah sakit Siloam di berbagai wilayah, mulai dari Lippo Village, Kebon Jeruk, Manado, Denpasar, Purwakarta, Kupang, Palembang, hingga Baubau.
Sementara itu, tahap kedua akan meliputi properti rumah sakit di Lippo Cikarang, Makassar, TB Simatupang, Labuan Bajo, serta Yogyakarta, termasuk fasilitas unggulan Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre.
Melalui akuisisi ini perseroan berharap dapat memperkuat posisi dengan mengonsolidasikan kepemilikan atas aset-aset rumah sakit yang sebelumnya berada di bawah entitas lain. Dengan demikian memberikan kendali yang lebih besar terhadap portofolio properti sekaligus mendukung integrasi operasional jangka panjang.
Transakasi ini bersifat material, maka dari itu pelaksanaannya mengacu pada ketentuan regulator yang berlaku, termasuk kewajiban memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
