Jakarta, FORTUNE - Jika Anda pernah mencoba kubus rubik atau Rubik's Cube, Anda pasti tahu bahwa permainan ini tak mudah untuk dipecahkan. Namun terlepas dari sifat permainan yang menantang, mainan ini bertahan lebih lama dibandingkan kebanyakan mainan lain di generasinya—seperti Tamagotchis dan Game Boys.
Cube telah mengalami pertumbuhan dan kesuksesan yang luar biasa dalam umurnya yang relatif panjang di dunia game, terjual sekitar 500 juta unit saat merayakan hari jadinya yang ke-50 tahun ini sejak profesor arsitektur Erno Rubik menemukannya—sesuatu yang menurutnya di luar ekspektasinya.
“Ini adalah fakta yang aneh—yang mengejutkan saya sama seperti orang lain—bahwa selama beberapa dekade, di masa revolusi teknologi yang belum pernah terjadi sebelumnya, ketertarikan terhadap objek sederhana dan 'berteknologi rendah' tetap bertahan. Dan nyatanya, daya tarik ini telah berkembang,” tulis Rubik dalam bukunya Cubed yang terbit pada tahun 2020.
Melansir Fortune.com pada Rabu (31/1), profesor asal Hungaria ini mendirikan kubus warna-warni—yang konfigurasi dasarnya melibatkan kisi-kisi tiga dimensi 3×3 yang dipelintir dan diputar sehingga setiap permukaannya memiliki warna yang sama—pada tahun 1974, ketika ia baru berusia 29 tahun.
Rubik, kini berusia 79 tahun, selalu memiliki kecenderungan terhadap teka-teki, dan latar belakang akademisnya di bidang seni dan patung menjadi instrumen yang membantu dalam menciptakan prototipe pertama dari Rubik's Cube yang kita kenal sekarang.
“Sejak usia muda saya tertarik mengenai pemecahan masalah, tantangan, soal catur, dan sebagainya,” kata Rubik kepada Fortune.
Meskipun dia telah menciptakan sesuatu yang membuatnya penasaran, tapi dia tidak dapat menyelesaikannya selama sebulan. Namun, ia tetap mencoba melakukannya. Keberhasilannnya pun menandai awal perjalanan Cube yang pertama—ke toko-toko di Hongaria dan dengan cepat menyebar ke penjuru dunia.