Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Schneider: Lonjakan AI Dorong Permintaan Liquid Cooling untuk Data Center
Liquid cooling by Schneider
  • Lonjakan penggunaan AI mendorong peningkatan kebutuhan daya dan efisiensi termal data center di Indonesia, dengan proyeksi IT load naik dari 1.717 MW pada 2026 menjadi 4.145 MW pada 2031.
  • Schneider Electric menawarkan solusi liquid cooling hybrid untuk mendukung beban kerja AI berintensitas tinggi, meningkatkan efisiensi energi, menurunkan PUE, serta menjaga stabilitas operasional data center.
  • Perusahaan memperkuat posisinya lewat akuisisi Motivair dan kolaborasi dengan NVIDIA dalam pengembangan desain referensi GPU AI, dengan fasilitas produksi utama liquid cooling berlokasi di Bengaluru dan ekspansi ke AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) mendorong kebutuhan data center sebagai infrastruktur strategis dengan efisiensi termal dan pasokan energi, keamanan operasional, hingga aspek keberlanjutan.

Berdasarkan laporan Indonesia Data Center Market Size & Share Analysis 2026–2031, proyeksi IT load nasional diperkirakan meningkat dari sekitar 1.717 Megawatt (MW) pada 2026 menjadi 4.145 MW pada 2031, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 19,27 persen.

Kebutuhan daya untuk AI, baik pada workload maupun infrastruktur fisik, juga diproyeksikan meningkat signifikan, dari sekitar 4,3 Gigawatt (GW) pada 2023 menjadi 13,5 hingga 18 GW pada 2028. Pada periode yang sama, kontribusi AI terhadap konsumsi daya data center diperkirakan naik dari delapan persen menjadi sekitar 15 persen hingga 20 persen.

Ellya Cen, Business VP Data Center, Schneider Electric Indonesia, mengatakan proyeksi peningkatan IT load di Indonesia hingga 2031 menunjukkan kebutuhan terhadap data center yang siap mendukung beban kerja AI semakin mendesak.

"Infrastruktur yang dulu cukup diukur dari kapasitas ruang dan konektivitas, kini harus siap menghadapi kebutuhan daya yang lebih tinggi, panas yang lebih intens, dan tuntutan uptime yang semakin kritikal," kata Ellya di Jakarta.

Untuk mendukung kebutuhan data center berbasis AI workloads, GPU servers, dan lingkungan high-density IT, Schneider Electric menawarkan solusi liquid cooling. Teknologi tersebut menggabungkan pendingin cair untuk beban panas utama dan pendingin udara untuk sisa panas dalam desain hybrid.

Selain itu, sistem tersebut diklaim dapat membantu meningkatkan efisiensi energi melalui pengelolaan termal yang lebih presisi, menurunkan Power Usage Effectiveness (PUE), serta mendukung efisiensi biaya energi ketika densitas rak meningkat.

Dari sisi operasional, sistem pendingin juga dilengkapi lapisan cadangan untuk menjaga stabilitas operasional data center ketika terjadi peningkatan beban komputasi atau pemeliharaan komponen.

Schneider Electric menyebut telah menyediakan solusi liquid cooling dengan kemampuan pendinginan lebih dari 400 kW per rack sejak 2018. Pada Februari 2025, Schneider melakukan akuisisi Motivair untuk ters memperkuat kapabilitas perusahaan di segmen liquid cooling.

Di sisi lain, Schneider Electric juga menjalin kemitraan dengan NVIDIA dalam pengembangan reference design untuk AI GPU GB200 dan GB300 guna mendukung integrasi sistem power, cooling, control, dan operasional data center AI.

Saat ini, fasilitas utama produksi liquid cooling untuk pusat data AI melalui portofolio Motivair by Schneider Electric berlokasi di Bengaluru, India. Perusahaan juga tengah memperluas fasilitas produksinya di Amerika Serikat.

Editorial Team

EditorEkarina .