Jakarta, FORTUNE – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan sektor hulu migas membutuhkan investasi hingga US$13 miliar atau setara Rp186 triliun untuk pengembangan, eksplorasi, dan produksi di hulu.
“Jadi untuk memenuhi target investasi ini perlu dilakukan usaha yang besar, dan harus ada kenaikan di kegiatan eksplorasi dan development,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto saat konferensi pers, Senin (17/1).
Meskipun masih terpengaruh pandemi COVID-19, sektor hulu migas Indonesia, kata Dwi, berhasil melakukan investasi cukup besar pada 2021 dengan realisasi US$10,7 miliar atau Rp153 triliun. Jumlah tersebut meningkat ketimbang realisasi investasi 2020 yang mencapai US$10,5 miliar.
"Investasi yang cukup besar ini dilakukan karena kami menyadari sepenuhnya bahwa ke depan kebutuhan terhadap migas akan semakin besar, jadi kita harus bekerja keras dari hari ini," ujarnya.