Tangerang, FORTUNE – Sinar Mas Land melihat prospek bisnis properti pada 2026 akan resilien di tengah kondisi ekonomi yang tetap tumbuh. Memanfaatkan momentum ini, pengembang township ini menghadirkan program National Sales bertajuk Royal Key yang secara resmi diluncurkan pada 22 Januari 2026.
Deputy Group CEO Strategic Development and Assets Sinar Mas Land, Herry Hendarta menjelaskan, pada tahun kuda api ini, Sinar Mas Land menawarkan lebih dari 1.400 unit properti dengan target nilai penjualan atau marketing sales Rp3,6 triliun dalam setahun.
“Didukung momentum positif industri properti serta keberlanjutan insentif pemerintah seperti penurunan suku bunga dan perpanjangan PPN DTP hingga akhir 2026, kami optimis Royal Key akan menjadi solusi bagi masyarakat untuk memiliki hunian dan aset investasi berkualitas tinggi dengan rasa aman dan kepercayaan jangka panjang,” kata Herry saat konferensi pers di BSD City, Tangerang, Kamis (22/1).
Pada tahun sebelumnya, industri properti nasional masih menunjukkan pertumbuhan yang optimal di tengah pertumbuhan pembiayaan KPR oleh perbankan. Cushman & Wakefield memprediksi bahwa sektor properti akan mengalami penguatan yang berkelanjutan, didorong oleh percepatan pembangunan infrastruktur, dukungan kebijakan pemerintah, serta ekspansi aktivitas bisnis di berbagai sektor.
Direktur Sinarmas Land Hermawan Wijaya mengatakan, rekapitulasi data penjualan 2025 hingga saat ini masih dihimpun. Namun, pihaknya optimis penjualan tahun lalu dapat mencapai di atas 90 persen dari target. Sebab, hingga September 2025, capaian marketing sales perusahaan telah mencapai 72 persen dari target.
“Sinar Mas Land optimistis realisasinya bisa mendekati target tersebut. Kalaupun tidak tercapai 100 persen kami masih optimistis 90 persen bisa tercapai,” ujar Hermawan.
Hermawan juga menambahkan, untuk pembelian produk Royal Key 2026 tersedia melalui skema hard cash maupun pembiayaan KPR/KPA/KPT Express. Program ini berkolaborasi dengan 22 bank rekanan seperti BCA, Mandiri, CIMB Niaga, BNI, Danamon, BRI, Maybank, Permata, Panin, Bank Sinarmas, BSI, Bank Nobu, OCBC NISP, BTN, Bank INA, UOB, CCB, Bank Mestika, BCA Syariah, Bank Woori Saudara, KB Bank, dan Bank Saqu.
