Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

SMLE Divestasi 50 Persen Saham Sinarom ke Denico Food Ingredients

2 min read
SMLE Divestasi 50 Persen Saham Sinarom ke Denico Food Ingredients
Rencana Divestasi Saham Sinarom ke Denico/Dok SMLE
  • SMLE melepas 50 persen saham PT Sinar Aroma Sentosa kepada Denico Food Ingredients dari Denmark, dengan target transaksi rampung pada Januari-Februari 2027.
  • Kemitraan berbentuk divestasi langsung, bukan joint venture, untuk memanfaatkan jaringan Denico di Asia dan Timur Tengah serta transfer teknologi dan formulasi Eropa.
  • Sinarom akan menjadi New Sinarom dengan lima kategori produk; produksi Indonesia ditargetkan memasok jaringan Denico pada semester II-2027 setelah due diligence dan persetujuan regulator.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) melepas 50 persen kepemilikan saham pada PT Sinar Aroma Sentosa (Sinarom/SAS) kepada Denico Food Ingredients asal Denmark. Divestasi saham ini bertujuan merambah pasar bahan baku pangan olahan di luar negeri, dengan target penyelesaian transaksi pada Januari hingga Februari 2027.

Direktur Utama SMLE, Siu Min, menegaskan pengambilalihan saham ini tidak menggunakan skema pembentukan perusahaan patungan (joint venture), melainkan berupa divestasi saham entitas anak secara langsung.

"Dengan adanya Denico mengambil alih 50 persen saham SAS, kami memiliki keyakinan bahwa bisnis Sinar Aroma sendiri bisa eskalasi ke arah yang lebih besar. Kami juga bisa memanfaatkan pasar yang sudah terbentuk oleh Denico, terutama di Asia dan Timur Tengah," ujar Siu Min melalui keterangan yang dikutip Kamis (15/10).

Denico Food Ingredients beroperasi sejak 2001 di Denmark. Perusahaan ini mengelola portofolio lebih dari 800 jenis bahan baku pangan, dengan 80 persen porsi penjualan menyasar pasar ekspor di luar kawasan Uni Eropa. Denico memproduksi lini produk B2B dengan sertifikat halal untuk industri pengolahan daging, olahan susu, serta makanan laut di dunia.

Akuisisi ini akan mentransformasi Sinaro—yang berdiri pada 2024 dengan rekam jejak peracikan perisa dan campuran minyak rempah—menjadi entitas New Sinarom.

Melalui transfer teknologi serta formulasi Eropa, perusahaan ini mengekspansi portofolio menuju lima kategori bisnis: solusi daging olahan dan unggas, mayones dan saus, olahan susu dan es krim, pemrosesan makanan laut, serta bumbu makanan ringan.

SMLE melakukan pemosisian pasar Indonesia sebagai fondasi dengan potensi nilai pasar US$50 juta hingga US$76 juta. Ekspansi menuju pasar Timur Tengah dan Afrika Utara akan beroperasi dengan memanfaatkan fasilitas kantor Denico di Dubai.

"Indonesia diposisikan sebagai basis produksi bahan baku untuk pasar regional. Jadi, untuk New Sinarom, bisnis yang kami targetkan itu bukan hanya untuk di Indonesia saja, tetapi untuk skala di Asia, Asia Tenggara, dan sampai ke Timur Tengah," kata Siu Min.

Hingga saat ini, SMLE belum merilis proyeksi angka pendapatan maupun laba atas masuknya Denico. Peta bisnis dan potensi volume pengalihan dari Belanda masih dalam proses uji tuntas (due diligence) hingga akhir 2026.

Jika persetujuan regulator dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpenuhi, fasilitas produksi di Indonesia akan memasok jaringan pasar Denico pada semester II-2027.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More