Starbucks Tutup 250 Gerai, Biaya Restrukturisasi Tembus Rp5,38 T

Starbucks akan menutup sekitar 250 gerai di Amerika Utara pada akhir September 2026.
Penutupan menjadi bagian strategi Back to Starbucks untuk memperbaiki pengalaman pelanggan dan operasional.
Starbucks menyiapkan transfer atau pesangon bagi karyawan terdampak dan memperkirakan biaya restrukturisasi US$300 juta.
Jakarta, FORTUNE — Starbucks akan menutup sekitar 250 gerai di Amerika Utara pada akhir September 2026. Jumlah tersebut setara sekitar 1 persen dari lebih dari 18.000 gerai Starbucks di kawasan tersebut.
Chief Operating Officer Starbucks Mike Grams mengatakan gerai yang ditutup dinilai tidak memenuhi standar perusahaan atau memiliki prospek keuangan yang kurang memadai.
Penutupan gerai ini dilakukan di tengah pemulihan bisnis Starbucks di Amerika Utara. Perusahaan juga terus menjalankan strategi Back to Starbucks untuk meningkatkan kinerja dan pengalaman pelanggan di gerainya.
Table of Content
Alasan Starbucks menutup 250 gerai
Starbucks menyatakan penutupan dilakukan setelah perusahaan mengevaluasi kinerja masing-masing gerai. Sebagian lokasi masih mencatat kinerja di bawah target meski bisnis Amerika Utara secara keseluruhan mengalami perbaikan.
“Kami telah meninjau secara cermat portofolio gerai kopi kami di Amerika Utara dan mengidentifikasi lokasi-lokasi yang menurut kami tidak dapat secara konsisten memberikan pengalaman yang kami inginkan bagi pelanggan dan mitra, atau lokasi yang tidak memiliki prospek untuk mencapai kinerja keuangan yang memadai,” ujar Grams keterangan resmi, Kamis (24/9).
Starbucks menyebut penutupan gerai merupakan bagian dari pengelolaan portofolio. Perusahaan tetap melihat peluang pertumbuhan di Amerika Utara dan menyiapkan jaringan lokasi baru untuk mendukung ekspansi.
Bagian dari strategi Back to Starbucks
Penutupan gerai berlangsung di tengah pelaksanaan strategi Back to Starbucks yang diperkenalkan CEO Brian Niccol dua tahun lalu. Program itu untuk memperbaiki pengalaman pelanggan, kualitas layanan, kondisi gerai, serta dukungan bagi karyawan.
Starbucks mengatakan program peningkatan gerai atau coffeehouse uplifts terus dipercepat dengan target mencapai 1.500 lokasi. Perusahaan juga menggunakan Green Apron Service sebagai standar operasional layanan.
Dalam perkembangan dua tahun terakhir, Starbucks menyebut sejumlah perubahan telah dilakukan. Misalnya, penambahan staf, penjadwalan yang lebih baik, penerapan Smart Queue, serta pembaruan sejumlah elemen gerai. Perusahaan juga menyatakan telah kembali mencatat pertumbuhan dan perbaikan margin.
Pada kuartal III tahun fiskal 2026 yang berakhir 28 Juni 2026, penjualan sebanding global dan Amerika Serikat sama-sama tumbuh 7,9 persen. Transaksi sebanding di kedua wilayah tersebut meningkat 4,2 persen.
Dampak ke karyawan dan biaya restrukturisasi
Penutupan 250 gerai berdampak terhadap karyawan Starbucks. Perusahaan mengatakan akan berkomunikasi langsung dengan karyawan yang terdampak dan memberikan dukungan selama proses transisi.
Karyawan yang memungkinkan untuk dipindahkan akan mendapat kesempatan transfer ke gerai lain. Sementara itu, karyawan yang tidak dapat ditempatkan kembali akan memperoleh pesangon.
Starbucks memperkirakan biaya restrukturisasi sekitar 300 juta dolar AS atau Rp5,38 triliun (kurs Rp17.943) terkait penutupan tersebut. Sekitar 200 juta dolar AS berasal dari penghentian sewa lebih awal dan pembayaran pesangon, sedangkan 100 juta dolar AS merupakan biaya non-tunai yang berkaitan dengan pelepasan dan penurunan nilai aset gerai.
Penutupan ini melanjutkan langkah efisiensi Starbucks setelah perusahaan sebelumnya melakukan pengurangan tenaga kerja korporat. Pada Mei 2026, sekitar 300 karyawan korporat di Amerika Serikat terdampak PHK dan sejumlah kantor regional ditutup.
Starbucks tetap buka gerai baru
Meski menutup ratusan gerai di Amerika Utara, Starbucks masih menyiapkan pembukaan lokasi baru. Untuk tahun fiskal 2026, perusahaan memproyeksikan pembukaan bersih sekitar 440 gerai baru.
Jumlah tersebut lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang berada di kisaran 600 hingga 650 gerai. Gerai baru tersebut akan lebih banyak berada di pasar internasional.
"Kami tetap melihat peluang pertumbuhan jangka panjang yang signifikan di Amerika Utara. Kami secara aktif mengembangkan rencana pembukaan gerai kopi baru yang kuat dan tetap berkomitmen terhadap pertumbuhan di Amerika Utara," papar Grams.
FAQ seputar Starbucks tutup 250 gerai
Berapa gerai Starbucks yang akan ditutup? Starbucks akan menutup sekitar 250 gerai di Amerika Utara.
Mengapa Starbucks menutup gerai tersebut? Gerai yang ditutup dinilai tidak memenuhi pengalaman pelanggan atau prospek kinerja keuangan yang memadai.
Berapa biaya restrukturisasi yang diperkirakan Starbucks? Starbucks memperkirakan biaya restrukturisasi sekitar 300 juta dolar AS atau Rp5,38 triliun.
Apakah Starbucks masih membuka gerai baru? Ya, Starbucks memproyeksikan pembukaan bersih sekitar 440 gerai pada tahun fiskal 2026.


















