Jakarta, FORTUNE — Starbucks akan menutup sekitar 250 gerai di Amerika Utara pada akhir September 2026. Jumlah tersebut setara sekitar 1 persen dari lebih dari 18.000 gerai Starbucks di kawasan tersebut.
Chief Operating Officer Starbucks Mike Grams mengatakan gerai yang ditutup dinilai tidak memenuhi standar perusahaan atau memiliki prospek keuangan yang kurang memadai.
Penutupan gerai ini dilakukan di tengah pemulihan bisnis Starbucks di Amerika Utara. Perusahaan juga terus menjalankan strategi Back to Starbucks untuk meningkatkan kinerja dan pengalaman pelanggan di gerainya.
