Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

RUPS PLN menunjuk Suroso Isnandar sebagai direktur utama, menggantikan Darmawan Prasodjo.
Suroso berkarier sekitar 30 tahun di PLN, berpendidikan teknik elektro hingga doktor ITB.
Ia berpengalaman di pembangkitan, transmisi, pengaturan beban, digital, serta energi terbarukan.
Jakarta, FORTUNE — PT PLN (Persero) menunjuk Suroso Isnandar sebagai direktur utama menggantikan Darmawan Prasodjo melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Rabu (14/10). Sebelumnya, Suroso menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN.
Pergantian pimpinan ini berlangsung ketika pemerintah mendorong percepatan transformasi PLN. Komisaris Independen PLN Andi Arief menyatakan optimistis Suroso akan melanjutkan transformasi perusahaan.
"Saya yakin Pak Suroso, Dirut baru akan melakukan transformasi lanjutan," ujar Andi.
Table of Content
Suroso Isnandar jadi Dirut PLN
Penunjukan Suroso dikonfirmasi Andi Arief setelah RUPS PLN digelar secara daring sekitar pukul 18.30 WIB. Rapat tersebut dihadiri jajaran direksi dan komisaris PLN serta perwakilan Badan Pengaturan (BP) BUMN.
“Iya pergantian Dirut. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso,” ujar Andi kepada Fortune.
Untuk sementara, Suroso masih merangkap jabatan sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan. Andi juga menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Darmawan selama memimpin perusahaan listrik pelat merah tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sangat berarti dari Darmawan Prasodjo, banyak melakukan transformasi," tuturnya.
Ia berharap perubahan kepemimpinan tidak menghentikan agenda pembenahan yang telah berjalan.
Pemerintah minta transformasi dan panel surya dipercepat
Pada hari yang sama sebelum resmi ditunjuk, Suroso menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan pertemuan tersebut membahas percepatan transformasi PLN agar lebih efisien, produktif, cepat, dan tanggap.
“Ya, dengan Pak Presiden juga tadi dengan Pak Bahlil dan juga dengan Pak Suroso kita membicarakan bagaimana pertama mengakselerasi apa transformasi di PLN untuk menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih tanggap,” ujar Rosan di Istana Merdeka, Jakarta.
Pemerintah juga meminta percepatan realisasi penggunaan panel surya berkapasitas 100 GW. Jajaran terkait diminta menyusun konsep transformasi, terutama dari sisi model bisnis, untuk dipaparkan kepada Presiden dan ditindaklanjuti.
Menurut Rosan, perubahan model bisnis tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas serta menekan kebutuhan subsidi.
Profil Suroso Isnandar
Suroso Isnandar merupakan profesional di bidang ketenagalistrikan yang telah berkarier di PLN selama sekitar 30 tahun. Ia lahir di Klaten pada 12 Agustus 1971 dan memiliki latar belakang pendidikan teknik elektro.
Suroso menyelesaikan pendidikan sarjana Teknik Tenaga Listrik di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994. Ia kemudian melanjutkan studi magister Power Engineering and Management di University of Abertay Dundee, Inggris, dan lulus pada 1999.
Pada 2025, Suroso meraih gelar doktor Teknik Elektro dari ITB. Latar belakang pendidikannya sejalan dengan pengalamannya dalam pengelolaan sistem ketenagalistrikan dan pengembangan energi.
Selain berkarier di PLN, Suroso dipercaya memimpin Perkumpulan Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), organisasi yang berfokus pada pengembangan teknologi smart grid atau jaringan listrik cerdas.
Ia juga aktif dalam kegiatan akademis dengan menulis sejumlah publikasi ilmiah mengenai transisi energi, manajemen risiko, dinamika sistem, dan integrasi energi terbarukan.
Suroso turut menjadi penulis buku Risk Management: For Early Detection of Bankruptcy and Improving Firm Performance in Energy Companies, yang membahas pengelolaan risiko dan peningkatan kinerja perusahaan di sektor energi.
Rekam jejak Suroso di PLN
Sebelum diangkat menjadi dirut PLN, Suroso menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN sejak 2025. Dalam posisi tersebut, ia menangani pengelolaan proyek kelistrikan dan pengembangan energi baru terbarukan.
Pengalaman Suroso di PLN mencakup berbagai jabatan operasional dan strategis. Pada 2019–2021, ia menjabat sebagai General Manager unit pembangkitan dan transmisi PLN Sulawesi.
Kariernya berlanjut sebagai pimpinan pusat pengaturan beban Jawa, Madura, dan Bali pada 2021–2022. Jabatan tersebut berkaitan dengan pengelolaan pasokan dan keseimbangan sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
Pada 2022–2023, Suroso dipercaya menjadi Kepala Divisi Digital dan Teknologi Informasi di kantor pusat PLN. Posisi ini memperluas pengalamannya dalam pengembangan infrastruktur digital dan teknologi pendukung operasional perusahaan.
Dengan pengalaman di bidang pembangkitan, transmisi, teknologi digital, dan energi terbarukan, Suroso kini mengemban tanggung jawab memimpin PLN.
FAQ seputar Suroso Isnandar jadi Dirut PLN
Siapa Dirut PLN yang baru? Suroso Isnandar ditunjuk menggantikan Darmawan Prasodjo pada 14 Oktober 2026.
Apa jabatan Suroso sebelum menjadi Dirut PLN? Ia menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN sejak 2025.
Apa agenda pemerintah yang dibahas bersama Suroso? Pemerintah membahas transformasi PLN dan percepatan penggunaan panel surya berkapasitas 100 GW.
Di mana Suroso menempuh pendidikan doktoral? Ia meraih gelar doktor Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung pada 2025.


















