Jakarta, FORTUNE - Indonesia memantapkan posisi sebagai tujuan investasi yang dianggap menarik bagi pemain internasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik dunia. Hal ini ditegaskan oleh Coordinating Vice Chairwoman for Human Development and Culture Kadin Indonesia, Shinta Kamdani, dalam konferensi pers China Conference: Southeast Asia 2026 di The St. Regis Jakarta, Selasa (10/2).
Shinta mengungkapkan bahwa ketegangan antara kekuatan besar seperti Tiongkok dan Amerika Serikat menciptakan suasana tertekan dalam percaturan bisnis global. Fenomena tersebut terlihat jelas dalam pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC) terbaru.
“Tensi itu pasti ada, dan dampaknya secara tidak langsung terasa di dalam bisnis,” ujar Shinta.
Namun, Indonesia justru melihat celah di balik ketidakpastian tersebut. Shinta menganalogikan kondisi saat ini sebagai momen bagi Indonesia untuk menawarkan potensi nasional secara besar-besaran kepada dunia luar.
“Kita ini sedang ‘opening our shop’. Banyak proyek dan peluang yang bisa menarik investor. Tapi pekerjaan rumah kita adalah memastikan iklim investasi tetap kompetitif,” katanya.
Sektor hilirisasi, energi terbarukan, hingga pembangunan infrastruktur menjadi magnet utama bagi pelaku usaha global. Melalui forum ABAC, komunitas bisnis terus mendorong kolaborasi konkret berbasis business-to-business (B2B). Langkah ini bertujuan menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diserahkan kepada para pemimpin negara.
Shinta menambahkan bahwa forum internasional yang melibatkan pelaku usaha dari Hong Kong dan Tiongkok menjadi arena penting untuk memperluas kemitraan. Ia menekankan pentingnya pemahaman investor asing mengenai tata cara berbisnis di Tanah Air.
“Kita mencari partnership, dan di sinilah mitra lokal punya kesempatan besar,” katanya.
Meski optimisme menguat, risiko global tetap menjadi catatan kritis. Shinta menyadari bahwa ketidakpastian tetap menjadi pertimbangan utama setiap pemodal.
“Uncertainty itu pasti ada, dan itu selalu menjadi pertanyaan utama bagi pelaku bisnis: apakah risiko bisa diminimalkan?” ujarnya.
