Jakarta, FORTUNE - Grab Indonesia menyampaikan klarifikasi sekaligus membantah kabar mengenai aksi merger dan akuisisi terhadap perusahaan di industri ride-hailing, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Bantahan ini disampaikan seiring dengan terus menguatnya kabar mengenai konsolidasi kedua perusahaan.
"Hingga saat ini Grab tidak ada pembicaraan atau kesapakatan apa pun," kata Country Managing Director Grab Indonesia dalam diskusi dengan media, di Jakarta, Jumat malam (13/6).
Ia menambahkan, Grab memiliki pendekatan yang seimbang dan berhati-hati dalam menjalankan strategi investasi untuk pertumbuhan organik dan juga selektif terhadap peluang anorganik.
Mengacu pada laporan resmi Grab Holding Limited dalam dokumen Form 6-K yang disampaikan kepada United States and Exchange Commission (SEC) pada awal pekan lalu, tertulis bahwa berbagai media memberitakan perusahaan tengah melakukan penjajakan transaksi potensial dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.
Namun, para pihak tidak terlibat dalam diskusi apapun saat ini. Perusahaan yang terdaftar di bursa Nasdaq ini juga belum menandatangani perjanjian definitif apa pun.
"Kami akan terus menjaga standar yang tinggi saat menggunakan modal, dan akan memiliki pendekatan yang seimbang dalam berinvestasi untuk pertumbuhan organik yang menguntungkan, dan sangat selektif terhadap peluang anorganik, sejalan dengan kerangka alokasi modal kami," demikian bunyi dari dokumen tersebut.
Indonesia terus menjadi negara penting bagi Grab dalam menjalankan misinya, sehingga perusahaan akan terus melayani pelanggan, mitra pengemudi, dan mitra pedagang di Indonesia.
Kabar merger kedua perusahaan sebelumnya telah berhembus sejak Februari, dengan nilai transaksi akuisisi yang diperkirakan mencapai US$7 miliar.
Pihak GoTo juga telah buka suara soal rencana transaksi tersebut. Sekretaris Perusahaan PT GoTo Gojek Tokopedia, R.A Koesoemohadiani mengatakan, perseroan mengetahui adanya spekulasi di media yang berlanjut dan rumor mengenai adanya kemungkinan rencana transaksi antara perseroan dengan Grab.
"Perseroan ingin memberikan klarifikasi kembali bahwa pada dasarnya perseroan tidak dapat memberikan komentar terhadap spekulasi yang beredar di pasar. Sampai dengan tanggal keterbukaan ini, tidak ada perubahan informasi terkait dengan perseroan, sebagaimana yang telah disampaikanpada 4 Februari 2025, 19 Maret 2025 dan 8 Mei 2025," katanya dalam keterbukaan informasi, 9 Juni lalu.
Adapun, berita yang beredar di media massa dinilai tidak berdampak merugikan terhadap kegiatan operasional dan kelangsungan usaha perseroan.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Tepis Kabar Merger dengan GoTo, Grab: Belum Ada Pembicaraan Apa Pun Dan Perjanjian Definitif yang Diteken

Logo GoTo dan Grab. (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)
Editorial Team
EditorEkarina .
Related Article
Veloz HEV Dorong Penjualan Elektrifikasi Toyota Melonjak 86 Persen24 Sep 2026, 08:57 WIB
Primaya Hospital Perkuat Layanan Healthcare, Bidik Medical Tourism RI23 Sep 2026, 22:07 WIB
Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Mundur dari Wakil Komisaris Utama PLN23 Sep 2026, 17:42 WIB
Microsoft PHK Karyawan Xbox Lagi, 268 Posisi Dipangkas23 Sep 2026, 17:17 WIB
Strategi Daihatsu dan Isuzu Hadapi Serbuan Mobil Cina ke Indonesia23 Sep 2026, 16:37 WIB
Cara Menghitung HPP, Lengkap dengan Rumus dan Contohnya23 Sep 2026, 16:22 WIB
Perkuat Fasilitas Rekreasi Keluarga, Conrad Bali Hadirkan Akomodasi dan Paket Khusus23 Sep 2026, 13:43 WIB
Ekspansi Internasional Perdana, Lion Parcel Buka Kantor di Malaysia23 Sep 2026, 13:26 WIB
Dorong Ekosistem Kreatif, The Papandayan Jazz Fest 2026 Siap Digelar 3-4 Oktober23 Sep 2026, 13:12 WIB
Garuda Indonesia dan Honeywell Sepakati Kontrak Perawatan APU23 Sep 2026, 10:30 WIB
Profil Zhang Yiming, Pendiri ByteDance dan Orang Terkaya di Asia23 Sep 2026, 09:52 WIB
Alasan Shell Jadi Pemimpin Pasar Global Pelumas 20 Tahun Terakhir22 Sep 2026, 19:00 WIB
Tren Discovery Commerce Menguat, Pesanan UMKM di Lokal Naik 57%22 Sep 2026, 18:58 WIB
Industri Percetakan Diprediksi Tumbuh 3,39%, Bisnis Digital Prospektif22 Sep 2026, 18:57 WIB
Wisatawan Affluent Sumbang 57 Persen Nilai Belanja di Bandara 22 Sep 2026, 17:34 WIB
Industri Global Makin Paham Pentingnya Jaringan Listrik Ramah Lingkungan22 Sep 2026, 17:01 WIB
SMLE Siap Diversifikasi Bisnis Saat Restrukturisasi Saham Pengendali22 Sep 2026, 15:36 WIB
Perluas Portofolio, F&B ID Masuk Bisnis Kopi Boyong Merek Tiongkok22 Sep 2026, 13:31 WIB
Mayapada Investasi Teknologi dan Perkuat Layanan Kanker Terintegrasi22 Sep 2026, 12:54 WIB
Laba MedcoEnergi Tumbuh 791% di H1 2026, Ditopang Kinerja Blok Migas22 Sep 2026, 12:25 WIB