Terlilit Utang US$2,1 Miliar, Getty Images Ajukan Pailit

Getty Images berencana mengajukan perlindungan kebangkrutan dan kembali menjadi perusahaan tertutup setelah menyepakati restrukturisasi utang.
Restrukturisasi mencakup penghapusan sebagian surat utang, penurunan beban bunga, serta tambahan modal dan pembiayaan.
Langkah ini dilakukan saat Getty Images menghadapi utang US$2,1 miliar, persaingan AI generatif, dan penurunan nilai saham.
Jakarta, FORTUNE- Perusahaan penyedia konten visual, Getty Images berencana mengajukan perlindungan kebangkrutan dan kembali menjadi perusahaan tertutup (go private) setelah mencapai kesepakatan restrukturisasi utang. Perusahaan menargetkan proses restrukturisasi rampung pada akhir 2026.
Dilansir dari Reuters, dalam pernyataan pada Senin (12/10), Getty Images mengatakan akan memulai proses restrukturisasi melalui mekanisme prepackaged Chapter 11 dalam beberapa pekan ke depan. Mekanisme ini memungkinkan perusahaan menyepakati rencana restrukturisasi dengan kreditur sebelum mengajukan perlindungan kebangkrutan ke pengadilan.
Langkah tersebut merupakan perombakan besar bagi Getty Images setelah rencana merger dengan pesaingnya, Shutterstock, gagal pada Juni 2026.
Perusahaan menghadapi tekanan utang yang besar sekaligus persaingan ketat dari teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif yang mampu menghasilkan gambar.
Pasca restrukturisasi selesai, afiliasi keluarga Getty dan Koch Equity Development akan menguasai 100 persen saham perusahaan. Kedua investor tersebut juga berkomitmen menyediakan tambahan modal ekuitas hingga US$533 juta.
Dalam kesepakatan restrukturisasi tersebut, pemegang obligasi tanpa jaminan Getty Images menyetujui penghapusan surat utang senilai US$270 juta. Sementara itu, kreditur berjaminan sepakat menurunkan beban bunga dan memperpanjang jatuh tempo utang perusahaan.
"Kegiatan operasional akan tetap berjalan normal selama proses restrukturisasi," demikian bunyi pernyqtaan perusahaan dikutip Selasa (14/10).
Perusahaan juga memastikan pembayaran kepada pemasok tetap dilakukan secara penuh sesuai dengan prosedur pembayaran yang berlaku.
Selain itu, Koch Equity Development akan menyediakan pembiayaan hingga US$143 juta untuk mendukung proses restrukturisasi.
Pada Agustus 2026, Getty Images telah menarik proyeksi keuangan perusahaan dengan alasan sedang meninjau berbagai alternatif pendanaan strategis dan langkah pengelolaan neraca.
Perusahaan juga menunjuk Guggenheim Securities sebagai penasihat untuk membantu proses tersebut.
Tekanan keuangan Getty Images tercermin dari posisi utangnya. Per 30 Juni 2026, total utang perusahaan mencapai sekitar US$2,1 miliar.
Sebaliknya, kapitalisasi pasar perusahaan hanya sekitar US$20,74 juta pada penutupan perdagangan Jumat (9/10/2026).
Saham Getty Images telah kehilangan sekitar 99 persen nilainya sejak kembali melantai di pasar saham pada 2022 melalui perusahaan akuisisi bertujuan khusus (special purpose acquisition company/SPAC).
Saat itu, transaksi SPAC tersebut menilai Getty Images sekitar US$4,8 miliar. Sebelum kembali menjadi perusahaan publik, Getty Images telah berstatus perusahaan tertutup selama 14 tahun.
Pada akhir September 2026, Bursa Efek New York (NYSE) juga telah memulai proses penghapusan pencatatan saham Getty Images (delisting).



















