Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trafik TOD Dukuh Atas Makin Ramai, ARTOTEL Simpang Temu Diminati Wisman
Transport Hub Dukuh Atas, lokasi ARTOTEL Hub Simpang Temu. (Dok. MRT Jakarta)
  • ARTOTEL Hub Simpang Temu mencatat hampir 20 persen tamu sepanjang 2026 adalah wisman, didominasi Malaysia, Cina, Singapura, dan Jepang yang menyumbang sekitar 71 persen tamu internasional.
  • Properti ini mencatat okupansi tertinggi di Artotel Group, mencapai 92 persen, didukung lokasi di TOD Dukuh Atas yang terhubung MRT, KRL, LRT, TransJakarta, dan kereta bandara.
  • Kawasan TOD Dukuh Atas menerima rata-rata 2.755 pengunjung harian pada September 2026, naik 22 persen dari kuartal I; pembayaran MRT kartu kredit nirsentuh turut meningkat hampir 5 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - ARTOTEL Hub Simpang Temu kian diminati wisatawan, seiring dengan lokasinya yang strategis dan berada di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas.

Perusahaan mencatat, hampir 20 persen total tamunya ARTOTEL Hub Simpang Temu sepanjang 2026 merupakan wisatawan mancanegara (wisman). Mayoritas tamu mancanegara itu berasal dari Asia Tenggara dan Asia Timur.

General Manager ARTOTEL Hub Simpang Temu, Dahyar Fauzi, mengatakan, wisman terbanyak berasal dari Malaysia, yakni 32,1 persen dari seluruh tamu internasional properti itu. Posisi kedua ditempati oleh turis Cina (19,6 persen), Singapura (10,8 persen), dan Jepang (8,7 persen).

"Keempat negara ini menyumbang sekitar 71 persen dari total wisman," kata Dahyar kepada Fortune Indonesia, dikutip Rabu (7/10).

Selain negara-negara tersebut, para wisman juga datang dari sejumlah negara lain, seperti Vietnam, Australia, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Masing-masing berkontribusi kurang dari 4 persen terhadap seluruh tamu internasional ARTOTEL Hub Simpang Temu.

Saat ini, ARTOTEL Hub Simpang Temu merupakan properti Artotel Group dengan okupansi tertinggi, yakni 92 persen sepanjang 2026. Salah satu penopangnya adalah pertumbuhan aktivitas di Kawasan Dukuh Atas, yang tidak lepas dari konektivitas transportasi umum di kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) tersebut.

ARTOTEL Hub Simpang Temu berlokasi dekat berbagai transum, meliputi: MRT Dukuh Atas, Stasiun KRL Sudirman, LRT Dukuh Atas, TransJakarta, juga kereta bandara. "Para pelancong yang datang membutuhkan akses yang bagus untuk mereka melakukan aktivitas di Jakarta," ujar Dahyar.

Hotel itu sendiri berada di gedung multiguna (mixed-use building) Transport Hub. Di gedung itu, terdapat hotel, bar, MICE, kampus, kantor, F&B, pusat kebugaran, minimarket, shuttle transportasi antarkota, serta halte bus terintegrasi.

Transport Hub berdiri di kawasan TOD Transport Hub Dukuh Atas. Area itu dikembangkan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) selama kurang lebih 7 tahun, dengan menekankan unsur attraction, accessibility, amenities, dan community. Rata-rata jumlah pengunjung harian kawasan itu mencapai 2.755 per September 2026, naik 22 persen dibandingkan kuartal-I 2026. Tingkat okupansi penyewa foodcourt mencapai 100 persen, sedangkan okupansi penyewa gedung 88,8 persen.

ARTOTEL menilai, sebagai salah satu mitra MRT Jakarta, dampak yang mereka rasakan jauh lebih luas dari angka okupansi. Itu turut berdampak positif terhadap visibilitas dan positioning brand.

"Hotel kami berada di dalam ekosistem transportasi publik yang dilalui ribuan orang setiap hari, dari pengguna MRT dan KRL hingga Kereta Bandara. Sebelum menginap, banyak orang sudah mengenal kami dari tempat mereka berpindah moda setiap hari," ujar Dahyar.

Hotel juga tak hanya menjadi tempat menginap, tapi juga ruang bertemu bagi warga. Bukan hanya dalam kota, melainkan juga luar kota bahkan luar negeri.

Berdasarkan data MRT Jakarta, penumpang yang memakai metode pembayaran kartu kredit nirsentuh (contactless) tumbuh hampir mencapai 5 persen per awal September 2026. Baik itu kartu Mastercard maupun Visa. Kemitraan dengan Mastercard telah berlangsung sejak Desember 2023, sedangkan kolaborasi dengan Visa diresmikan pada Agustus 2026.

Division Head Business Planning and Expansion Division MRT Jakarta, Samuel Ryan Pradipta Pranowo, mengatakan, kemitraan dengan Visa dan Mastercard bertujuan memudahkan para pengguna MRT, khususnya turis. "Bank-bank yang kerja sama dengan MRT bisa mengidentifikasi [mana yang] kartu luar [negeri]. Mereka melihat memang cukup signifikan dari Singapura sama Malaysia," katanya di MFP 2026, awal September 2026. "Jadi ternyata, Jakarta sedang banyak penumpang turis dari sana."

Hal tersebut juga sejalan dengan data ARTOTEL Hub Simpang Temu. Para turis umumnya menginap di sana untuk berwisata ke sejumlah pusat belanja di sekitar Jakarta atau bertolak ke Bandung dengan kereta cepat.

"Menurut riset mayoritas wisatawan kalau ke luar negeri pakainya kartu kredit. Jadi itu mengapa kemarin setelah diskusi cukup panjang, tapi kolaboratif, dengan perbankan, dengan Bank Indonesia (BI), kemarin ditentukan, Jakarta Kota Global, kami mendukung dari yang kartu kreditnya dulu [untuk pembayaran transportasi]," kata Samuel.

Ke depan, tidak menutup kemungkinan kartu debit dapat digunakan sebagai sistem pembayaran transportasi. Dengan catatan, tetap mengikuti perkembangan situasi dan regulasi yang ditetapkan oleh BI.

"Kebetulan memang regulasi dari BI [saat ini], yang dibuka baru untuk kartu kredit," ujar Samuel.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article