Ilustrasi udang (Unsplash.com/James Tiono)
Setelah menyiapkan dana yang cukup untuk modal awal, Anda perlu mengetahui beberapa tips sukses menjalankan bisnisnya berikut ini.
1. Memilih lokasi tambak yang strategis
Lokasi tambak yang strategis memainkan faktor penting dalam kesuksesan usaha tambak udang.
Strategis yang dimaksud di sini bukan hanya kemudahan akses ke lokasi untuk kebutuhan mobilitas pengiriman dan distribusi udang, melainkan juga memiliki kondisi air yang sesuai dengan mempertimbangkan suhu (26-30 derajat celcius) dan salinitas yang baik.
2. Menyiapkan lahan tambak dengan baik
Persiapan lahan yang baik juga tidak kalah penting. Anda mesti memperhatikan pembuatan tanggul tambak yang kokoh, pembuatan kolam yang sesuai, dan penyiapan infrastruktur seperti aerator udara. Pastikan sistem drainase dan aliran air berfungsi dengan baik.
3. Memilih jenis udang yang sesuai dengan lahan
Berbagai jenis udang memiliki kebutuhan yang berbeda dalam hal suhu dan kondisi air.
Ada beberapa jenis yang bisa Anda pilih, seperti udang windu, udang vaname, udang beras, udang palemon merah, udang galah, dan masih banyak lagi.
Sementara itu, udang vaname, udang galah, dan udang windu menjadi yang terpopuler dan banyak dibudidayakan di Indonesia.
Anda bisa memilih dari ketiga jenis terpopuler tersebut atau yang lainnya dengan memastikan kesesuaiannya terhadap kondisi lahan tambak.
Carilah dari penyedia yang sudah tepercaya untuk mendapatkan bibit udang yang berkualitas.
4. Memperhatikan kualitas air dan pakan udang
Berikan pakan berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan udang Anda. Pengelolaan pakan yang baik akan meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan udang.
Selain itu, perhatikan kualitas air dengan melakukan pemantauan rutin. Pastikan parameter seperti pH, oksigen terlarut, dan salinitas dalam rentang yang optimal.
5. Lakukan pengendalian hama dan penyakit
Dikarenakan udang rentan terhadap hama dan penyakit, pertimbangkan untuk melakukan tindakan pencegahan seperti karantina bibit udang baru sebelum memasukkannya ke kolam tambak.
Jika ada tanda-tanda infeksi, segera identifikasi dan ambil tindakan yang sesuai untuk mengendalikan hama dan penyakit agar dapat memutus penyebarannya.
6. Lakukan panen pada waktu yang tepat
Panen harus dilakukan pada waktu yang tepat untuk memaksimalkan hasil. Biasanya, udang siap panen setelah mencapai ukuran tertentu. Ukurannya dapat bervariasi tergantung pada spesies.
Jangan terlalu terburu-buru atau terlambat dalam melaksanakan panen karena ini dapat memengaruhi kualitas dan ukuran udang yang dihasilkan.
Dengan menerapkan enam tips di atas, Anda berpeluang besar untuk meraup keuntungan yang besar mengingat tingginya permintaan udang bagi komoditas ekspor dan kebutuhan untuk konsumsi masyarakat.