Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Vale Indonesia Raih Laba Bersih US$76,1 Juta pada 2025, Naik 32 Persen
Salah satu site PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (Website Vale Indonesia)
  • PT Vale Indonesia mencatat laba bersih US$76,1 juta pada 2025.

  • Pendapatan naik 4 persen ke US$990,2 juta, dengan biaya kas penjualan tetap efisien pada US$9.339 per ton.

  • Proyek Pomalaa capai progres 60 persen dan HPAL sekitar 50 persen.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Sepanjang 2025 PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan laba bersih sebesar US$76,1 juta. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan signifikan sebesar 32 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan perolehan 2024 yang bertengger pada posisi US$57,76 juta.

Lonjakan laba ini tergolong sebagai anomali. Pasalnya, harga realisasi rata-rata nikel matte perseroan sebenarnya terperosok 7 persen menjadi US$12.157 per ton. Kendati suhu pasar mendingin, INCO tertolong oleh peningkatan tingkat payability nikel matte yang mulai efektif diberlakukan sejak Juli 2025.

Kinerja ini kian solid berkat volume pengapalan nikel matte yang terkerek menjadi 73.093 ton.

“[Hal itu] mendorong kenaikan total pendapatan perseroan menjadi US$990,2 juta, meningkat 4 persen dari US$950,4 juta pada 2024,” ujar Direktur & CFO INCO, Rizky Putra, melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Selasa (17/3).

Keberhasilan INCO menjaga pundi-pundi laba juga tak lepas dari disiplin ketat pada sisi operasional. Perseroan berhasil menekan unit biaya kas penjualan menjadi US$9.339 per ton, lebih rendah dari capaian tahun sebelumnya.

Sementara untuk bisnis bijih nikel, biaya kas dijaga ketat pada rentang US$17 hingga US$19 per ton—angka yang sudah mencakup royalti hingga logistik untuk campuran bijih saprolit.

“Angka ini mencerminkan bijih yang sepenuhnya bersumber dari blok Bahodopi, mengingat penjualan dari blok Pomalaa masih terbatas pada kegiatan pengambilan bulk sampling test,” kata Rizky.

Menengok proyek masa depan, arsitektur hilirisasi Vale tampak kian matang. Proyek pertambangan di Pomalaa kini telah menyentuh progres 60 persen, dengan sejumlah fasilitas pendukung tahap awal yang telah rampung.

Sejalan dengan itu, konstruksi pabrik HPAL (High Pressure Acid Leaching) juga merangkak ke angka 50 persen. Empat unit autoclave dilaporkan telah mendarat di lokasi, menandai persiapan penyelesaian mekanis pertama pada kuartal III-2026.

Agresivitas ekspansi ini tercermin dari alokasi belanja modal (capex) 2025 yang membengkak 46 persen menjadi US$458,9 juta.

Dana segar tersebut dialokasikan untuk membiayai proyek-proyek pengembangan strategis serta kebutuhan modal keberlanjutan. Meski belanja modal meningkat tajam, posisi likuiditas INCO terpantau masih sangat tebal dengan saldo kas US$376,3 juta per akhir Desember 2025.

Editorial Team