Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wisatawan Affluent Sumbang 57 Persen Nilai Belanja di Bandara
Ilustrasi Premier Lounge yang dikelola Blue Sky/Dok Airport Dimensions
  • Wisatawan affluent mencakup 26% pengguna bandara global, tetapi menyumbang 57 persen nilai belanja; sekitar 75 persen dari mereka memakai lounge sebelum penerbangan.

  • Kepuasan pengalaman bandara Indonesia mencapai 89 persen, melampaui rata-rata global 82 persen; penetrasi lounge juga 57 persen, di atas rata-rata global 52 persen.

  • Airport Dimensions dan Blue Sky Group mengoperasikan 14 lounge di 10 kota Indonesia, dengan rating rata-rata 4,8 dari lebih 50.000 ulasan pengguna.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Segmen wisatawan berpenghasilan tinggi atau Affluent Leisure Travellers (ALTs) menyumbang 57 persen dari total nilai belanja di bandara dunia, menurut hasil riset Airport Experience Study 2026 (AX26) yang dirilis Airport Dimensions.

Momentum pertumbuhan pasar premium ini ditangkap melalui kemitraan strategis Airport Dimensions bersama Blue Sky Group untuk memperluas dan mengoptimalkan layanan lounge di Indonesia, menyusul tingkat kepuasan pengguna bandara nasional yang mencapai 89 persen alias melampaui rata-rata global.

Berdasarkan studi AX26, segmen ALTs mewakili 26 persen dari total populasi wisatawan bandara secara global. Dalam struktur perjalanan kelompok ini, fasilitas lounge memegang peranan vital, dengan sekitar 75 persen wisatawan affluent memanfaatkan fasilitas tersebut sebelum penerbangan.

“Ini setara empat kali lebih besar dibandingkan rata-rata wisatawan pada umumnya. Pengaruh mereka tidak semata-mata terletak pada besarnya pengeluaran, tetapi juga pada tingginya keterlibatan mereka dalam berbagai aspek perjalanan di bandara secara keseluruhan,” demikian siaran pers Airport Dimensions.

Karakteristik konsumsi segmen ini membuka peluang bagi pengelola bandara, operator, dan mitra perjalanan untuk menggeser paradigma dari sekadar penyedia fasilitas dasar menuju pengalaman yang sangat personal. Minat terhadap peningkatan layanan ini tidak hanya terbatas pada segmen atas; sebanyak 62 persen wisatawan secara umum juga menyatakan kesediaan untuk membayar layanan premium demi kenyamanan dan kemudahan ekstra.

Peluang monetisasi layanan premium di Indonesia tercatat sangat potensial. Riset menunjukkan tingkat kepuasan wisatawan terhadap pengalaman di bandara Indonesia mencapai 89 persen, di atas rata-rata global sebesar 82 persen. Tingkat penetrasi fasilitas lounge di dalam negeri pun mencapai 57 persen dari total wisatawan Indonesia, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang sebesar 52 persen.

Permintaan tinggi tersebut melandasi kemitraan strategis antara Airport Dimensions dan Blue Sky Group. Airport Dimensions membawa kapabilitas jaringan global yang mencakup 90 lounge bandara, sementara Blue Sky Group memberikan keahlian keramahtamahan lokal serta pemahaman mendalam atas pasar domestik sejak berdiri pada 2003.

Melalui siaran pers resminya, Airport Dimensions menyampaikan kolaborasi ini telah mengoperasikan 14 lounge yang tersebar di 10 bandara utama dan kota strategis Indonesia, mencakup Jakarta, Bali, Balikpapan, Surabaya, Makassar, Pontianak, Pekanbaru, Palembang, Samarinda, hingga Batam. Langkah ini diambil demi memastikan aksesibilitas pengalaman premium tidak hanya terkonsentrasi di hub utama.

Dari sisi rekam jejak operasional, penerimaan pasar terhadap kolaborasi ini tercatat positif dengan perolehan rating rata-rata 4,8 dari lebih dari 50.000 ulasan pengguna di seluruh lounge Blue Sky di Indonesia.

Editorial Team

Related Article