Jakarta, FORTUNE - PT Bussan Auto Finance (BAF) tercatat menyalurkan pembiayaan baru sebanyak Rp11,46 triliun sepanjang 2025, tumbuh 3,7 persen secara tahunan. Kinerja ini utamanya ditopang oleh pembiayaan sektor otomotif, khususnya kendaraan roda dua.
Presiden Direktur BAF, Koji Kato, mengatakan industri otomotif nasional sepanjang 2025 masih menghadapi tekanan, seiring daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini turut memberikan tantangan bagi industri pembiayaan dalam menjaga pertumbuhan sekaligus memastikan kualitas portofolio tetap terjaga.
Di sisi lain, BAF Finance mampu mempertahankan pertumbuhan melalui captive finance dengan sepeda motor Yamaha. Portfolio ini berkontribusi sekitar 60 persen dari total pembiayaan baru.
"Meski industri otomotif masih menghadapi berbagai dinamika, BAF tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja. Pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi strategi, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan kualitas layanan kepada konsumen,"ujarnya dalam siaran pers, Rabu (20/5).
Menuurtnya, BAF Finance akan berfokus memperluas aktivitas pemasaran melalui kanal digital dan offline, disertai pengembangan proses layanan yang lebih efisien hingga penetrasi ke wilayah rural.
Selain ke otomotif, BAF Finance akan memperluas portfolio pembiayaannya ke segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga akhir 2025, pembiayaan produktif kepada UMKM telah mencapai Rp1,71 triliun atau berkontribusi 12,55 persen dari total portofolio pembiayaan.
BAF Finance juga memperluas pembiayaan kendaraan ramah lingkungan. Hingga akhir 2025, pembiayaan untuk kendaraan ramah lingkungan telah mencapai Rp2,50 triliun atau berkontribusi 18,34 persen terhadap total portofolio pembiayaan. Secara kumulatif, total pembiayaan hijau yang telah disalurkan BAF mencapai Rp4,21 triliun atau sekitar 30,89 persen dari total portofolio pembiayaan perseroan.
Adapun kinerja pembiayaan ini mendorong pendapatan perseroan tumbuh 1,96 persen secara tahunan menjadi Rp4,25 triliun. Di saat yang sama, BAF mencatatkan efisiensi operasional dengan menekan beban operasional sebesar 1,10 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp4,25 triliun. Kombinasi ini mendorong laba bersih perseroan melonjak 36,14 persen secara tahunan menjadi Rp413,47 miliar.
Pada 2026, Koji tantangan masih akan berlanjut. Namun BAF Finance telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis, termasuk memperkuat kolaborasi dengan Yamaha melalui pengembangan program pembiayaan dan layanan yang lebih terintegrasi, peningkatan efisiensi proses, serta dukungan yang lebih optimal bagi jaringan dealer di seluruh Indonesia.
