Jakarta, FORTUNE - PT Bank Danamon Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian mencapai Rp4 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat 14 persen secara tahunan.
Sementara laba operasional konsoliadian tercatat sebesar Rp9,6 triliun, tumbuh empat persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Chief Financial Officer Danamon, Theresia Adriana mengatakan bahwa pencapaian pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan, pengelolaan pembiayaan yang baik, serta perbaikan biaya kredit sebesar 10 persen secara tahunan.
"Danamon membukukan margin bunga bersih sebesar 7,7 persen. Kami selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnisnya," katanya dalam paparan kinerja Bank Danamon, Kamis (19/2).
Dari sisi intermediasi, per 31 Desember 2025 Bank Danamon mencatat total kredit dan pembiayaan konsolidasian sebesar Rp212,7 triliun, tumbuh 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh seluruh segmen bisnis, yakni enterprise banking, pembiayaan, UMKM, konsumer, serta Adira Finance.
Sementara itu, tumbuh 16 persen menjadi Rp176,9 triliun. Dari jumlah tersebut, saldo giro dan tabungan meningkat 18 persen secara tahunan menjadi Rp75,2 triliun.
Adapun rasio loan at risk (LARP), yang telah memperhitungkan potensi keterlambatan pembayaran akibat pandemi COVID-19, tercatat membaik 230 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 8,3 persen.
Pada saat yang sama, rasio NPL bruto berada di level 1,7 persen, membaik 20 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.
NPL coverage ratio perseroan mencapai 280,7 persen, dengan rasio LAR meningkat 560 basis poin secara tahunan menjadi 54,9 persen. Kualitas aset juga didukung oleh likuiditas dan permodalan yang kuat, dengan rasio LCR sebesar 158,9 persen, NSFR 117,9 persen, serta rasio kewajiban pemenuhan modal minimum (KPMM) 25,4 persen.
