Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Bank DBS
Bank DBS (dok. Bank DBS)

Intinya sih...

  • Bank DBS Indonesia mencatat pertumbuhan green financing sebesar 14% menjadi Rp7,5 triliun.

  • Pembiayaan berkelanjutan disalurkan ke proyek-proyek strategis seperti waste to energy (WTE) Palembang dan pengembangan kampus pusat data hyperscale JC2 di Cibitung.

  • Bank DBS juga memantau penyaluran pembiayaan melalui tim khusus yang tergabung dalam Indonesia Sustainability Council (ISC).

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Bank DBS Indonesia mencatatkan pertumbuhan pada portfolio pembiayaan berkelanjutan sebesar 14 persen secara tahunan atau menjadi sekitar Rp7,5 triliun.

Director of Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia, Anthonius Sehonamin mengatakan pembiayaan berkelanjutan ini disalurkan secala menyeluruh, termasuk terhadap proyek-proyek strategis yang berkontribusi langsung pada transisi energi, mobilitas berkelanjutan, dan infrastruktur hijau di Indonesia.

"Pencapaian ini mencerminkan konsistensi Bank DBS Indonesia dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam pembiayaan nyata yang berdampak bagi ekonomi dan lingkungan," kata Anthonius dalam keterangan resmi, Senin (9/2).

Menurutnya, pembiayaan berkelanjutan ini disalurkan ke beberapa proyek seperti waste to energy (WTE) Palembang. Dalam hal ini, Bank DBS bertindak sebagai penasihat keuangan dan penyedia pembiayaan sebesar US$70 juta dari total fasilitas sindikasi US$100 juta. Proyek ini mendukung pengelolaan limbah berkelanjutan dengan mengonversi 1.000 ton sampah per hari menjadi listrik berkapasitas 20 MW.

Bank DBS juga menyalurkan pembiayaan senilai US$5 juta, dari total loan kolaboratif sejumlah US$15 kepada PT TBS Energi Utama Tbk (Electrum). Pendanaan ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan jaringan battery-swapping station nasional dan penyediaan 130 unit kendaraan listrik bagi layanan Grab.

Kemudian pembiayaan juga disalurkan ke Princeton Digital Group (PDG) senilai Rp1,7 triliun untuk pengembangan kampus pusat data (data center) hyperscale JC2 di Cibitung berkapasitas 22MW untuk mendukung ekosistem kecerdasan buatan (AI).

Berikutnya, Bank asal Singapura ini juga menyalurkan ke PT Indo-Rama Synthetics Tbk melalui asilitas Sustainability-Linked Trade Finance senilai USD 20 juta yang terhubung dengan Sustainability Performance Targets. Skema ini mendorong peningkatan kinerja lingkungan perusahaan, termasuk efisiensi energi, pengelolaan air, dan penurunan emisi.

Perusahaan turut memantau dan memastikan penyalurannya tepat melalui tim khusus yang bertugas mengarahkan strategi terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola ESG serta memastikan keselarasan dengan fokus bank yang tertuang dalam tiga pilar keberlanjutan, yakni Responsible Banking, Responsible Business Practices dan Impact Beyond Banking. Adapun tim tersebut juga tergabung dalam Indonesia Sustainability Council (ISC).

Editorial Team

EditorEkarina .