Jakarta, FORTUNE - Bank Indonesia (BI) mencatat kartu kredit Indonesia (KKI) melalui delapan bank telah menerbitkan 32.457 pengguna kartu, sejak pertama kali diluncurkan pada 17 Agustus 2026.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta mengatakan BCA menjadi bank dengan penerbitan KKI terbanyak, dengan 28.000 kartu, diikuti BRI dan Permata Bank masing-masing mencatat sekitar 1.500 kartu.
"Dari 17 Agustus sampai saat ini 32.457 kartu kredit yang telah diterbitkan dan yang aktif. Tapi sekarang yang aktif menggunakan adalah hampir 8.000 aktif bertransaksi dari 8 first mover," ujar Filianingsih dalam konfrensi pers rapat dewan gubernur di Jakarta, Rabu (23/9).
Hingga saat ini, transaksi KKI dari delapan bank tersebut telah mencapai 38.800 transaksi dengan nilai Rp18,7 miliar. Dengan demikian, rata-rata nilai transaksi atau ticket size KKI sekitar Rp482.000.
BI telah memberikan izin penerbitan KKI kepada tujuh bank, yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata Bank, dan Bank Mega. Selain itu, BSI menjadi penerbit dari kelompok bank next mover.
BI mengatakan, ke depan KKI akan terus dikembangkan agar semakin relevan. Pengembangannya akan dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, berupa kartu kredit digital dengan sumber dana kredit. Kedua, KKI akan dikembangkan agar dapat digunakan untuk pembayaran online, termasuk transaksi di e-commerce. Pada tahap ketiga, BI akan menerbitkan KKI dalam bentuk kartu fisik.
Menurut Filianingsih, pengembangan KKI tersebut salah satunya ditujukan untuk menyediakan alternatif pembiayaan konsumsi bagi masyarakat.
"Ini untuk consumption buffer. Artinya, kalau anak-anak kos belum terima kiriman masih bisa menggunakan ini karena nanti pada saat kirimannya datang bisa dilakukan pembayaran secara lunas," ujar dia.
