Jakarta, FORTUNE - PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) masih mencatatkan kerugian Rp573 miliar hingga akhir Desember 2023. Namun demikian, kerugian itu menyusut atau lebih baik dibandingkan dengan tahun 2022 yang mencapai Rp789 miliar.
Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BNC, Aditya Windarwo menjelaskan, perbaikan kerugian itu ditopang oleh pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) BNC yang secara tahunan (yoy) meningkat signifikan sebesar 86,32 persen atau menjadi Rp3,54 triliun.
“Kami dalam tahap Road to Profitability. BNC berhasil menutup tahun 2023 dengan kinerja yang positif atas hasil dari penerapan prinsip kehati-hatian dan berbagai inisiatif yang kami lakukan," kata Aditya melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Rabu (6/3).
Selain itu, rasio Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) BNC tahun 2023 juga mengalami penurunan sebesar 15,01 persen. Dari 127,28 persen dari periode yang sama di tahun 2022 menjadi sebesar 112,27 persen di tahun 2023.