Jakarta, FORTUNE - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) absen membagikan dividen tahun buku 2025 sebagaimana hasil putusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).
Direktur Utama Bank Neo Commerce, Eri Budiono, mengatakan seluruh laba bersih tahun buku 2025 ditetapkan sebagai laba ditahan. Keputusan tersebut ditempuh guna memperkuat struktur permodalan perseroan sekaligus menopang ekspansi usaha secara berkelanjutan.
Bank Neo Commerce membukukan laba bersih sebesar Rp565,69 miliar 2025. Angka ini naik signifikan dibandingkan realisasi laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp19,88 miliar.
"Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan para pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan terhadap Bank Neo Commerce. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kapabilitas organisasi dan mendorong inovasi layanan agar dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan," katanya dalam siaran pers, Rabu (6/5).
Pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Adrian Wibisono Soewardjo dan Indra Aditya Sanjaya sebagai Direktur Perseroan. Pengangkatan keduanya akan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.
Adrian merupakan bankir senior dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri perbankan, termasuk di segmen layanan digital, khususnya bidang operasional perbankan. Sementara itu, Indra dikenal sebagai praktisi manajemen risiko dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri keuangan.
Sementara, Aditya Wahyu Windarwo dan Ricko Irwanto yang menjabat sejak 2021 telah mengakhiri masa tugasnya sebagai Direktur Perseroan.
Perseroan juga menyetujui pengangkatan kembali Inkawan D. Jusi sebagai Komisaris Utama Independen PT Bank Neo Commerce Tbk.
Perusahaan akan melanjutkan langkah strategis untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu bank dengan layanan digital terkemuka di Indonesia, melalui penyediaan produk dan layanan perbankan yang inovatif serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
