Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Bank Permata Respon Terkait Ketentuan Kenaikan Free Float
Public Expose Permata Bank 2026
  • Bank Permata menyatakan tengah berkoordinasi dengan Bangkok Bank untuk menyiapkan strategi memenuhi rencana kenaikan batas minimal free float yang ditetapkan regulator.
  • Pemerintah dan OJK sedang memfinalisasi aturan peningkatan free float hingga 35 persen pada 2026, dengan masa transisi bagi emiten lama dan kewajiban langsung bagi perusahaan baru.
  • OJK menyiapkan berbagai opsi pemenuhan ketentuan seperti rights issue, ESOP, MSOP, serta divestasi saham; sementara Permata Bank fokus menjaga pertumbuhan bisnis dan memperkuat modal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Bank Permata (BNLI) merespons rencana regulator yang akan menaikkan batas minimal saham beredar di publik (free float) dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Bangkok Bank sebagai induk usaha guna mencari skema paling tepat agar dapat memenuhi ketentuan free float.

"Karena peraturannya belum keluar, jadi kita akan terus memonitor peraturan tersebut," ujar Rudy dalam paparan kinerja, Kamis (13/3).

Pemerintah sebelumnya dikabarkan ingin menaikkan ambang batas free float dari 15 persen menjadi 35 persen mulai Maret 2026 dengan masa penyesuaian selama tiga tahun. Hingga kini, tercatat masih terdapat sekitar 25 emiten perbankan yang porsi saham publiknya berada di bawah level tersebut.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengatakan kebijakan tersebut saat ini masih dalam tahap finalisasi. Untuk emiten lama diberikan waktu transisi, sementara perusahaan yang akan melantai di bursa wajib langsung memenuhi ketentuan tersebut sejak proses penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

Di sisi lain, OJK menyiapkan sejumlah alternatif mekanisme. Beberapa di antaranya melalui aksi korporasi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue, penerbitan saham tanpa HMETD, penerapan program kepemilikan saham karyawan seperti employee stock ownership plan (ESOP) dan management stock option plan (MSOP), hingga opsi divestasi saham oleh pemegang saham pengendali.

Pada kesempatan yang sama, Permata Bank juga menanggapi wacana regulator yang mendorong bank kategori Buku III untuk naik kelas ke Buku IV. Rudy menyampaikan bahwa perseroan masih melakukan kajian internal terkait kemungkinan tersebut.

Menurutnya, fokus utama bank saat ini adalah menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat fundamental permodalan. Dengan kinerja yang stabil dan berkelanjutan, Permata Bank berharap dapat memenuhi ambang batas modal yang dipersyaratkan untuk naik ke kelompok bank dengan modal inti terbesar tersebut.

"Yang terpenting bagi kami adalah menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. Sehingga, dari sisi kapitalnya bertumbuh, dan harapannya nanti ketemu threshold untuk bisa naik ke KBMI IV," pungkasnya.

Editorial Team

EditorEkarina .