Jakarta, FORTUNE – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengakui adanya sentimen negatif dari mundurnya Juda Agung sebagai deputi gubernur BI. Ditambah, terdapat tiga nama yang masuk sebagai calon pengganti termasuk keponakan Presiden Prabowo Subianto yakni Thomas Djiwandono.
Sentimen tersebut menjadi penyebab anjloknya nilai tukar rupiah mendekati Rp17.000/US$. Tercatat, pada pembukaan hari ini (22/1), nilai tukar rupiah berada di level Rp16.915/US$. Mata uang Garuda menguat 21 poin atau 0,12 persen dari perdagangan sebelumnya.
"(Faktor domestik pelemahan rupiah) Karena persepsi pasar terhadap kondisi fiskal dan proses pencalonan Deputi Gubernur," kata Perry dalam konferensi pers virtual, (21/1).
Untuk itu, Perry menegaskan bahwa proses pemilihan deputi gubernur BI yang baru telah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Meski terdapat nama baru, Ia memastikan bank sentral masih akan profesional dalam menjalankan tugas ke depan.
"Proses pengambilan kebijakan di BI tetap kami pastikan dilakukan secara profesional dengan tata kelola yang kuat. Tentu saja bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah untuk bersama menjaga stabilitas,” kata Perry.
Dalam kesempatan tersebut, Perry juga menjelaskan bahwa Juda Agung telah mengajukan surat pengunduran sejak 13 Januari 2026. Untuk itu, dirinya juga yang mengajukan nama Thomas Djiwandono, Solihin M. Juhro dan Dicky Kartikoyono sebagai calon deputi gubernur BI dan akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
