Jakarta, FORTUNE - Bank Indonesia mengklaim bahwa posisi rupiah saat ini masih dalam posisi stabil. Bank sentral bahkan optimistis nilai tukar mata uang Garuda bisa kembali ke level 16.000 pada Juli-Agustus mendatang.
Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah berada di level Rp17.666 per dolar Amerika Serikat pada pada penutupan perdagangan Senin (18/5).
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan indikator stabilitas rupiah bukanlah level atau angka nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat, melainkan oleh volatilitas atau gejolak pergerakannya di pasar.
"Kami cek tadi di dalam year to date sampai sekarang 5,4 persen yang mana sebenarnya masih stabil," kata Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa bank sentral menggunakan pendekatan rata-rata pergerakan nilai tukar rupiah selama 20 hari untuk mengukur stabilitas tersebut. Dengan metode rolling average itu, BI memantau pola naik-turunnya kurs rupiah secara berkala.
Secara historis rupiah memang cenderung mengalami tekanan pada periode April hingga Juni akibat tingginya permintaan dolar AS, salah satunya karena musim haji dan repatriasi pembayaran dividen korporasi . Namun, pada Juli, Agustus akan kembali menguat.
Ia juga menyebut tidak banyak bank sentral di dunia yang menjadikan nilai tukar sebagai target utama kebijakan moneter. Menurutnya hanya beberapa negara seperti Singapura dan Hong Kong yang secara khusus menargetkan kurs mata uang.
"Hanya Singapura aja, Hongkong, yang mandatnya adalah targetnya adalah nilai tukar. Sebagian besar negara, termasuk emerging market tuh nilai tukar diserahkan kepada mekanisme pasar," kata Pery.
Oleh karenanya, volatilitas nilai tukar di banyak negara berkembang justru cenderung lebih tinggi. Meski demikian, selama gejolak pergerakannya masih terkendali, kondisi tersebut tetap dianggap stabil.
BI optimis nilai tukar rupiah di tahun ini masih bisa mencapai rata-rata yang sudah ditargetkan yaitu Rp16.500 dengan rentang Rp16.200 sampai dengan Rp16.800 per dolar AS.
