Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Dana Kelolaan Nasabah Kelas Atas Meningkat, DBS Ungkap Strategi ke Depan

2 min read
Dana Kelolaan Nasabah Kelas Atas Meningkat, DBS Ungkap Strategi ke Depan
Bank DBS (dok. Bank DBS)
  • DBS mencatat pertumbuhan dana kelolaan, jumlah nasabah kelas atas, pendapatan, dan laba bersih dalam bisnis wealth management.

  • Nasabah mulai mengalihkan portofolio ke aset berisiko lebih rendah, termasuk obligasi dengan tenor pendek.

  • DBS memperluas pilihan produk serta akses melalui digital banking dan tim advisory sesuai kebutuhan nasabah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aset apa yang paling menarik untuk portofolio berisiko lebih rendah?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Bank DBS mengungkapkan prospek bisnis wealth management ke depan. Bisnis ini diperkirakan masih akan terus tumbuh seiring meningkatnya dinamika ekoonimi global terhadap kondisi domestik.

Head of Market Intelligence PT Bank DBS Indonesia, Boy Suhendry mengatakan pertumbuhan tersebut antara lain terlihat dari peningkatan jumlah nasabah kelas atas serta dana yang dikelola. Di DBS, nasabah kelas atas adalah nasabah dengan dana minimum Rp10 miliar.

"Kalau di kelas atas, kita lihat dari jumlah customer dan jumlah pengelolaan. Kalau dilihat dari jumlah nasabah kami, ada kecenderungan trennya meningkat," kata Boy usai peluncuran Batavia Gold Sharia Equity USD di Jakarta, Rabu (30/9).

Hingga Juli 2026, DBS mencatta dana kelolaan nasabah kelas atas yang tercermin melalui DBS Treasures Private Client tumbuh 13 persen secara tahunan (yoy). Rata-rata AUM per nasabah juga meningkat 15 persen.

Selain itu, total income tumbuh 34 persen, dengan investment fee income meningkat 65 persen. Sementara itu, net profit after tax (NPAT) tumbuh 24 persen.

Dari sisi investasi, Boy mengatakan nasabah wealth management DBS juga mulai menggeser portofolionya ke aset dengan eksposur risiko yang lebih rendah. Salah satunya terlihat dari pergeseran pilihan pada instrumen obligasi, terutama dengan tenor yang pendek.

"Kalau ingin dapat cash flow juga, dia bisa shifting dari obligasi yang mungkin dulu jangka panjang yang menawarkan yield tinggi. Tapi sekarang shifting ke obligasi yang tenornya pendek," katanya.

Ia optimistis, perkembangan bisnis wealth management ke depan akan bergantung pada kemampuan bank menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. DBS juga memperluas akses terhadap produk tersebut melalui layanan digital banking dan tim advisory.

"Kita harus bisa mengakomodasi apa yang menjadi kebutuhan nasabah. Potensi wealth management kita akan semakin besar ke depan, terutama dari sisi produk. Range produk kita coba lengkapi," ujarnya.

Saat ini, pilihan produk yang ditawarkan mencakup valuta asing (valas), foreign exchange (FX), structured product, reksa dana pendapatan tetap, hingga obligasi.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Related Articles

    See More