Jakarta, FORTUNE – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membukukan laba bersih konsolidasi senilai Rp20 triliun atau terkontraksi 6,6 persen (YoY) sepanjang 2025. Laba ini ditopang oleh Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) senilai Rp9,4 triliun serta pendapatan bunga bersih (net interest income) sebesar Rp40,33 triliun.
Sementara itu, pendapatan non bunga tumbuh 5,2 persen (YoY) menjadi Rp24,6 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi melalui digital channel, treasury, trade finance, serta peningkatan produktivitas cabang.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, meski kondisi cukup menantang, capaian ini mencerminkan ketahanan model bisnis BNI yang dibangun melalui penguatan fundamental, produktivitas, dan transformasi berkelanjutan.
"Sepanjang 2025 kami menghadapi tekanan eksternal yang tidak ringan, mulai dari volatilitas global hingga penyesuaian suku bunga. Namun BNI mampu menjaga pertumbuhan yang sehat dengan fokus pada pendanaan yang kuat, disiplin risiko, serta ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif," ujar Putrama melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (3/2).
