Jakarta, FORTUNE - Mendekati musim keberangkatan haji pada April–Mei 2026, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat peningkatan transaksi penukaran banknotes Riyal (SAR) hingga 70 persen dibandingkan musim haji tahun lalu.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta mengatakan peningkatan ini sejalan dengan aktivitas para jemaah haji yang mulai mempersiapkan kebutuhan perjalanan haji, termasuk penyediaan uang saku untuk bertransaksi selama berada di Arab.
Setiap tahun BSI mengelola tabungan haji dari 83 persen calon jemaah haji, ini menjadikan BSI market leader atas industri tersebut. Dari sisi tabungan haji, BSI mengelola lebih dari 7,2 juta rekening, dengan sekitar 47 persen di antaranya telah masuk dalam daftar tunggu (waiting list) keberangkatan haji.
"Kami terus mengoptimalkan layanan haji jelang musim haji hingga kepulangan jemaah haji Indonesia setibanya di Tanah Air. Oleh karena itu, menjelang musim haji kami telah menyiagakan berbagai aspek pendukung untuk memberikan kenyamanan jemaah," ujar Bob dalam keterangan resmi, Rabu (29/4).
Hingga Februari 2026, dana pihak ketiga (DPK) BSI dari tabungan mencatatkan kenaikan 16,06 persen secara tahunan menjadi Rp 154 triliun. Sementara secara total DPK BSI tercatat mencapai Rp366 triliun atau tumbuh 14,76 persen secara tahunan.
Bob mengimbau para jemaah untuk memanfaatkan transaksi non-tunai (cashless) guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan selama beribadah, sehingga tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Hingga 22 April 2026, kloter pertama calon jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan dari Embarkasi Cipondoh (Banten). Keberangkatan ini menjadi penanda dimulainya operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang akan melayani sekitar 221.000 jemaah dari 16 embarkasi di seluruh Indonesia.
