Jakarta, FORTUNE – Industri keuangan nasional mulai memacu penyaluran pembiayaan kendaraan seiring memasuki periode Ramadan 2026. Kebiasaan mudik yang berlangsung saat Lebaran menjadi katalisator utama yang mendorong masyarakat mengejar kepemilikan unit transportasi pribadi.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) melaporkan eskalasi permintaan pembiayaan kendaraan sejak awal bulan suci.
“Menjelang Ramadan, rata-rata kebutuhan pembiayaan kendaraan di BSI biasanya naik sekitar 10-15 persen,” ujar Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (19/2).
Kinerja BSI pada sektor otomotif menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, pembiayaan kendaraannya tumbuh 19 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dengan total nilai Rp6,41 triliun. Lonjakan permintaan terjadi di wilayah dengan mobilitas tinggi serta pusat industri seperti Jabodetabek, Medan, Surabaya, dan Makassar.
Menurut Erwan, produk BSI OTO mengalami pertumbuhan yang melampaui rata-rata industri.
“BSI OTO mencatatkan kinerja solid tumbuh diatas rata-rata pertumbuhan industri sekitar 7 persen,” ujarnya.
Keberhasilan ini didukung oleh strategi manajemen risiko yang disiplin serta kolaborasi strategis dengan Mandiri Utama Finance (MUF) Syariah untuk memfasilitasi pembiayaan mobil baru, mobil bekas, hingga motor baru.
Pada 2026, BSI optimistis sanggup meraih pertumbuhan dua digit, didorong oleh daya beli yang terjaga, stimulus pemerintah untuk kendaraan listrik (EV), serta tingginya minat masyarakat terhadap skema pembiayaan syariah.
Langkah agresif serupa ditunjukkan oleh PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance). Perusahaan multifinance ini bahkan telah melakukan langkah preventif dengan berpartisipasi dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 pada 5–15 Februari lalu untuk mengamankan permintaan pasar lebih awal.
Direktur Penjualan, Pelayanan & Distribusi Adira Finance, Niko Kurniawan, menilai optimisme pasar tahun ini selaras dengan target Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Asosiasi tersebut membidik angka penjualan mobil nasional 850.000 unit untuk tahun ini.
"Naiknya lumayan dibandingkan tahun lalu. Dengan banyaknya unit baru dan harga yang kompetitif, kami cukup optimistis," kata Niko.
Adira Finance menutup 2025 dengan total pembiayaan mencapai Rp43,2 triliun atau tumbuh 18 persen (YoY). Pada segmen kendaraan listrik, perusahaan menyalurkan Rp748 miliar dengan tetap mengedepankan pendekatan prinsip kehati-hatian (prudence).
Menurut Niko, perilaku konsumen pada periode Ramadan cenderung memprioritaskan kemudahan akses dan kejelasan informasi. Kemudahan proses pembiayaan yang terencana dipandang semakin relevan untuk mendukung keputusan finansial masyarakat yang lebih bijak di tengah dinamika perekonomian.
