Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-12-17 at 10.46.08 (1).jpeg
rektur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu. (Dok/Istimewa).

Intinya sih...

  • BTN mencetak laba bersih Rp3,5 triliun pada 2025, tumbuh 16,4% secara tahunan.

  • Pendapatan bunga naik 23,0% yoy menjadi Rp36,3 triliun hingga akhir 2025.

  • Pangsa pasar KPR BTN mencapai 39%, dengan penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian sebesar Rp400,6 triliun.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencetak laba bersih sebesar Rp3,5 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut tumbuh 16,4 persen secara tahunan.

Perolehan laba bersih perseroan terdorong oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 23 persen YoY menjadi Rp36,3 triliun hingga akhir 2025, dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp29,6 triliun. Sementara pos beban bunga tumbuh 0,4 persen yoy menjadi Rp17,9 triliun per akhir 2025 dari tahun sebelumnya yakni Rp17,9 triliun. Dengan demikian pendapatan bunga bersih secara keseluruhan naik 57,5 persen menjadi Rp18,4 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa pencapaian itu ditopang dari penguatan profitabilitas dan proses bisnis yang semakin efisien dari transformasi yang konsisten dilakukan di berbagai lini.

"Hal ini berbuah peningkatan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjadi 4,2 persen pada akhir 2025, naik 133 basis poin (bps) dari tahun sebelumnya sebesar 2,9 persen," ujar Nixon di Jakarta, Senin (9/2).

Sejalan dengan itu, BTN mencatatkan pangsa pasar KPR mencapai 39 persen secara nasional. Dari sisi intermediasi, bank plat merah ini membukukan penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian sebesar Rp400,6 triliun, tumbuh 11,9 persen dari Rp358,9 triliun pada tahun 2024. Adapun, mayoritas kredit tersebut disalurkan ke sektor perumahan, dengan porsi sebesar Rp328,4 triliun, tumbuh 7,5 persen yoy.

KPR ssubsidi membukukan peningkatan penyaluran 10 persen yoy menjadi Rp191,2 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp173,8 triliun. Sedangkan KPR Non-Subsidi BTN meningkat 6,7 persen yoy menjadi Rp113,0 triliiun.

Pada tahun lalu BTN gencar ekspansi salah satunya melalui keterlibatan dalam kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan pada Oktober 2025. Diketahui, total KPP yang disalurkan telah mencapai Rp2,6 triliun hingga akhir 2025. Angka tersebut setara dengan hampir separuh dari total penyaluran KPP secara nasional.

"KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN serta menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya yang lebih tinggi dibandingkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," ujar Nixon.

Sejalan dengan penyaluran kredit ini, BTN membukukan penghimpunan dana yang solid. Dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian tercatat sebanyak Rp437,4 triliun, tumbuh 14,6 persen yoy. Nixon menjelaskan, pertumbuhan DPK BTN yang double-digit salah satunya didukung oleh akselerasi pertumbuhan transaksi digital terutama di superapp Bale by BTN.

Sepanjang 2025, aplikasi perusahaan meraih peningkatan jumlah pengguna 66,1 persen menjadi 3,7 juta pengguna. Meningkatnya jumlah pengguna turut mendongkrak jumlah transaksi Bale yang melonjak 79,2 persen yoy menjadi 2,2 miliar. Sementara itu, nilai transaksi menembus Rp103,6 triliun, naik 27,7 persen yoy.

Pertumbuhan bisnis yang positif turut diikuti dengan peningkatan kualitas kredit di sepanjang tahun 2025, terlihat dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross yang menurun ke level 3,1 persen dari tahun sebelumnya yakni 3,2 persen.

BTN juga memperkuat permodalan sebagai buffer risiko sekaligus menopang ekspansi bisnis, terlihat dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang berada di level 20,9 persen.

“BTN memproyeksikan NPL dapat menurun hingga di bawah 3,0 persen pada akhir tahun 2026 sejalan dengan membaiknya kualitas kredit,” ujar Nixon.

Dari sisi neraca, BTN membukukan total aset konsolidasian sebesar Rp527,8 triliun, atau tumbuh sebesar 12,4 persen secara tahunan.

Editorial Team

EditorEkarina .