Agar tujuan keuangan bisa tercapai, terus berkomitmen dengan rencana keuangan menjadi cara terbaik menjaga kondisi finansial tetap sehat. Jangan sampai rencana yang sudah disusun menjadi sia-sia karena terlalu mengikuti keinginan.
Penting untuk tetap konsisten dan komitmen dengan rencana untuk menjaga pengeluaran sesuai dan tidak berlebihan.
Prita Hapsari Ghozie, CEO dan Principal Consultant ZAP Finance mengungkap bahwa penting untuk merencanakan keuangan selama bulan Ramadan agar tidak boros. Agenda sosial tidak terkendali, belanja online, dan terlalu banyak tunai bisa menyebabkan keuangan menjadi lebih boros.
Ia juga memberikan beberapa tips dalam menjaga keuangan tetap sehat. Salah satunya membuat anggaran pengeluaran dan berkomitmen pada rencana tersebut.
“Agar membantu lebih disiplin dalam mengatur anggaran pengeluaran selama bulan Ramadan, kita perlu untuk betul-betul komitmen,” ungkap Prita dalam video YouTube Zapfinance TV, dikutip Minggu (23/2).
Itu dia beberapa cara mengatur keuangan di Bulan Ramadan yang bisa dilakukan. Dengan bijak mengelola keuangan, kondisi finansial dapat terjaga dengan aman. Semoga membantu!
Mengapa pengeluaran sering membengkak saat Ramadan? | Pengeluaran meningkat di bulan Ramadan sering terjadi karena harga kebutuhan pokok yang meningkat dan belanja kebutuhan Lebaran. |
Bagaimana cara membuat anggaran yang efektif saat Ramadan? | Anda dapat menggunakan metode alokasi dana sederhana untuk mengontrol arus kas selama Ramadan, dengan memprioritaskan kebutuhan pokok, sisihkan dana khusus untuk kebutuhan ibadah dan sosial, serta menyiapkan dana darurat. |
Bolehkah tetap berbelanja barang keinginan di luar kebutuhan saat Ramadan? | Boleh, tetapi tetap lakukan secara terencana dan tidak boros. Pastikan kebutuhan wajib dan tabungan sudah terpenuhi terlebih dahulu. Disarankan belanja hanya karena lapar mata saat menunggu waktu berbuka puasa. |