Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
CIMB Niaga Raup Laba Rp2,3 Triliun, Ini Penopangnya
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan
  • CIMB Niaga mencatat laba sebelum pajak Rp2,3 triliun pada kuartal I 2026, didorong pertumbuhan kredit 2,2 persen yoy dan pendanaan yang solid.
  • Dana pihak ketiga naik 2,3 persen menjadi Rp260,1 triliun dengan rasio CASA mencapai 73,9 persen, memperkuat likuiditas dan margin bank.
  • Unit usaha syariah tetap terbesar di Indonesia dengan pembiayaan Rp52,9 triliun; strategi 2026 fokus pada peningkatan fee-based income dan penguatan basis CASA.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) meraup laba sebelum pajak Rp2,3 triliun di kuartal pertama 2026 dengan earnings per share (EPS) Rp70,20. Kinerja tersebut salah satunya disebabkan pertumbuhan kinerja oleh kredit dan pendanaan.

Perusahaan menyataka, kredit tercatat naik tipis 2,2 persen year on year (yoy) menjadi Rp235,1 triliun. Dari nilai tersebut, kredit corporate banking mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 4,8 persen, diikuti segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) sebesar 1,2 persen secara tahunan, lalu consumer banking sebesar 0,2 persen secara tahunan. Sementra kredit segmen ritel yang ditopang Kredit Pemilikan Rumah (KPR) naik 4 persen secara tahunan. Sejalan dengan itu, biaya kredit (cost of credit/CoC) juga terkendali di bawah level 1 persen.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 2,3 persen yoy menjadi Rp260,1 triliun. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan dana murah (current account savings account/CASA) sebesar 12,2 persen yoy menjadi Rp192,3 triliun, sehingga rasio CASA naik ke level 73,9 persen.

Presiden Direktur sekaligus CEO CIMB Niaga Lani, Darmawan, menjelaskan perusahaan berupaya disiplin dalam pengelolaan biaya dan strategi penyaluran kredit yang selektif, serta dukungan likuiditas yang kuat dari CASA. Dengan rasio CASA tinggi dapat memperkuat kemampuan perseroan dalam menjaga margin.

"Kamidapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee- based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (30/4).

Selain itu, lini wealth management yang melayani nasabah Preferred dan Private Wealth menunjukkan tren positif, tercermin dari peningkatan rata-rata assets under management per nasabah. Sehingga mendorong CIMB Niaga memperluas diversifikasi sumber pendapatan.

Dari neraca, total asset yang dibukukan sebanyak Rp368,2 triliun. Sementara pada posisi permodalan dan likuiditas yang tercermin capital adequacy ratio dan loan to deposit ratio masing-masing sebesar Rp25,3 persen dan 89,2 persen.

Sementara dari sisi unit usaha syariah, CIMB Niaga berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan sebesar Rp52,9 triliun dan DPK sebesar Rp45,0 triliun per 31 Maret 2026.

Menurut Lani, UUS CIMB Niaga akan memperkuat struktur pendanaan dana murah melalui jaringan komunitas serta kemitraan strategis syariah supaya mendukung pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperluas pengembangan ekosistem keuangan syariah nasional.

Untuk 2026, Lani menegaskan CIMB Niaga memilih strategi penguatan fee-based income sebagai penopang pendapatan inti, diiringi penguatan basis CASA dan disiplin pendanaan guna menjaga margin tetap optimal, dengan dukungan permodalan yang solid untuk ekspansi berkelanjutan.

Editorial Team

EditorEkarina .