Pergantian manajemen dilakukan di tengah kinerja positif yang ditunjukkan Garuda Indonesia sepanjang kuartal I 2025. Pendapatan dari penerbangan charter atau tidak berjadwal melonjak hingga 92,88 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara total, pendapatan operasional konsolidasian mencapai US$723,56 juta atau sekitar Rp11,73 triliun, tumbuh 1,63 persen secara tahunan.
Dalam tiga bulan pertama 2025, Garuda Indonesia Group berhasil melayani 5,13 juta penumpang. Jumlah tersebut terdiri atas 2,65 juta penumpang yang menggunakan layanan Garuda Indonesia dan 2,48 juta penumpang dari anak usahanya, Citilink. Data ini menunjukkan bahwa pemulihan bisnis aviasi nasional mulai menunjukkan hasil yang konkret. Perusahaan pun optimistis bisa mempertahankan momentum ini dengan dukungan tim manajemen yang baru.
Formasi direksi baru dinilai membawa kombinasi pengalaman dan keahlian yang menjanjikan. Eksitarino Irianto, misalnya, memiliki rekam jejak di bidang pengelolaan sumber daya manusia dan layanan korporasi, yang menjadi kunci dalam membangun organisasi yang sehat dan berdaya saing.
Reza Aulia Hakim diharapkan dapat memperkuat strategi penjualan dan pemasaran di tengah persaingan industri penerbangan yang makin ketat. Dani Haikal Irawan dipercaya mampu meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan penerbangan, sementara Mukhtaris mengemban peran penting dalam menjaga keandalan teknis armada.
Melalui perubahan menyeluruh ini, Garuda Indonesia berharap dapat mempercepat agenda transformasi bisnis, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat posisinya sebagai maskapai nasional yang kompetitif di kancah global.