Jakarta, FORTUNE - Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) telah menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps) pada Rabu (16/3) waktu setempat. Kebijakan tersebut tentunya akan berdampak terhadap perekonomian nasional.
Ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studie (Celios) Bhima Yudhistira bahkan menyatakan kenaikan bunga acuan tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan beban masyarakat.
"Kenaikan suku bunga ini merupakan kondisi yang dapat memicu terjadinya tekanan ekonomi baik di AS maupun di negara berkembang, karena konsumen sebenarnya belum siap hadapi kenaikan suku bunga," kata Bhima kepada Fortune Indonesia di Jakarta, Kamis (17/3).