Jakarta, FORTUNE - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mempertahankan pertumbuhan kinerja pada sepanjang 2025. Capaian tersebut salah satunya ditopang oleh penyaluran kredit yang solid, serta optimalisasi digital.
Adapun, pada pos intermediasi, penyaluran kredit perseroan tercatat Rp1.895,0 triliun, meningkat 13,4 persen secara year on year (YoY). Pada sektor UMKM, tercatat pertumbuha kuat hingga 4,88 persen.
Ekspansi kredit tersebut juga diimbangi dengan prinsip kehati-hatian yang ketat, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) terjaga di level 0,96 persen. Kemudian kualitas aset yang tercermin dari rasio Loan at Risk (LAR) turun 0,76 persen yoy menjadi 6,05 persen.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, pertumbuhan yang merata tersebut mencerminkan efektivitas strategi atas penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan melalui pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja.
"Pendekatan tersebut memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga," ujar Riduan saat konferensi pers secara daring, Kamis (5/2).
Sejalan dengan pos intermediasi, emiten plat merah ini juga menjaga kinerja DPK dengan pertumbuhan 23,9 persen YoY atau mencapai Rp2.105,8 triliun. Struktur pendanaan juga terjaga baik dengan dana murah (CASA) tumbuh 12,6 persen YoY menjadi Rp1.431,4 triliun. Ini menjadikan likuiditas Bank Mandiri tetap memadai dalam mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Dalam menjalanan bisnis, Riduan mengungkapkan layanan digital sebagai faktor yang mendorong kinerja perseroan. Optimalisasi berbagai kanal digital tidak hanya memicu peningkatan frekuensi dan volume transaksi, baik dari nasabah ritel maupun pelaku usaha, tetapi juga membuka ruang ekspansi bagi layanan bernilai tambah yang berkelanjutan, sekaligus memperkokoh fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Hingga akhir 2025, Livin’ by Mandiri telah digunakan oleh 37,2 juta pengguna untuk mendukung aktivitas perbankan harian, meningkat 27 persen secara tahunan, dengan tingkat akuisisi sekitar 25 ribu pengguna per hari.
"Pertumbuhan ini sejalan dengan penguatan ekosistem layanan keuangan Bank Mandiri yang semakin terintegrasi, didukung sinergi yang terintegrasi antar kanal digital dan transaksi nasabah yang mampu mengakselerasi penghimpunan dana murah sebagai basis pendanaan," ujar Riduan.
Bank pelqt merah ini juga membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp56,3 triliun, relatif stagnan 0,93 persen YoY. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih senilai Rp106 triliun dengan tren positif seiring pengelolaan aset produktif dan struktur pendanaan yang tetap solid.
Penguatan profitabilitas juga berasal dari diversifikasi sumber pendapatan. Sepanjang 2025, pendapatan non-bunga meningkat 14,5 persen YoY menjadi Rp48,5 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi nasabah dan pemanfaatan layanan berbasis ekosistem, yang menjaga ketahanan fundamental secara jangka panjang. Sementara total aset Bank Mandiri tumbuh 16,6 persen secara year on year (YoY) menjadi Rp2.829,9 triliun.
