Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
peluncuran SiPURNA by DPLK Avrist di Jakarta, Kamis (5/2).
peluncuran SiPURNA by DPLK Avrist di Jakarta, Kamis (5/2).

Intinya sih...

  • DPLK Avrist mengandalkan 4 instrumen investasi, termasuk deposito dan managed fund.

  • Mayoritas peserta DPLK Avrist berasal dari segmen korporasi yang memanfaatkan dana untuk kewajiban pendanaan imbalan pascakerja.

  • Kinerja DPLK Avrist mencatat return on investment (ROI) sebesar 6,2 persen dan aset kelolaan tumbuh 9,24 persen secara tahunan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist menyebut terdapat empat instumen investasi yang diandalkan untuk mendongkrak kinerja keuangan perusahan. Keempat instrumen tersebut ialah deposito Deposit Fund Rupiah, deposit fund USD, managed fund rupiah, managed fund syariah.

Ketua Pengurus DPLK Avrist, Firmansyah, menjelaskan bahwa managed fund merupakan instrumen investasi berbasis dana campuran yang mengombinasikan pasar uang dan fixed income. Instrumen fixed income tersebut mencakup obligasi pemerintah, obligasi korporasi, serta deposito.

"Jadi dananya masih bersifat campuran dan fleksibel untuk keperluan rebalancing," kata dia di Jakarta, Kamis (5/2).

Menurutnya, strategi tersebut sejalan dengan karakteristik mayoritas peserta DPLK Avrist yang berasal dari segmen korporasi. Perusahaan umumnya memanfaatkan dana DPLK untuk memenuhi kewajiban pendanaan imbalan pascakerja sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja.

Dari sisi kinerja, DPLK Avrist mencatat return on investment (ROI) secara keseluruhan berada di kisaran 6,2 persen, relatif sejalan dengan rata-rata industri DPLK yang berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berada di sekitar 6,75 persen.

Namun demikian, untuk instrumen managed fund, DPLK Avrist mencatatkan kinerja yang lebih tinggi. “Tingkat hasil pengembangan managed fund yang paling banyak dipilih peserta berada di atas 8,5 persen per tahun,” ungkapnya.

Prospek investasi ke depan, Firmansyah mengungkapkan kondisi pasar masih dinamis sehingga pihaknya belum dapat memproyeksikan tingkat return sepanjang tahun berjalan.

Hingga Desember 2025, DPLK Avrist membukukan total aset kelolaan sebesar Rp1,32 triliun, tumbuh 9,24 persen secara tahunan, didorong oleh peningkatan jumlah peserta sebesar 12,3 persen menjadi lebih dari 29 ribu orang. Ke depan, DPLK Avrist menargetkan pertumbuhan jumlah nasabah sebesar 15 persen hingga akhir 2026.

Editorial Team

EditorEkarina .