Jakarta, FORTUNE - Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist meluncurkan aplikasi end-to-end untuk mengakomodir pekerja informal dalam perencanaan dana pensiun bernama SiPURNA.
Aplikasi ini diluncurkan seiring banyaknya jumlah pekerja sektor informal di Indonesia. Ketua Pengurus DPLK Avrist, Firmansyah mengungkaokan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2025 mencatat jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 154 juta orang, dengan 57,80 persen diantarannya merupakan pekerja informal.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah peserta dana pensiun per Juli 2025 sebanyak 29,1 juta orang, atau sekitar 18,89 persen dari total angkatan kerja.
"Ini menunjukkan bahwa pekerja informal termasuk UMKM mendominasi angkatan kerja di Indonesia yakni hampir 60 persen, dan hanya 18,89 persen yang memiliki perlindungan pensiun. Jadi masih ada sekitar 81 persen pekerja yang belum memiliki perlindungan pensiun. Mereka inilah yang ingin kami jangkau melalui kehadiran SiPURNA by DPLK Avrist,” ujar Firmansyah dalam acara peluncuran SiPURNA by DPLK Avrist di Jakarta, Kamis (5/2).
Di samping itu, kehadiran aplikasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya digitalisasi layanan dana pensiun dan perluasan inklusi keuangan. Aplikasi tersebut juga dikembangkan dengan dukungan PT Avrist Assurance sebagai pendiri DPLK Avrist.
DPLK Avrist bekerja sama dengan PT Andal Software Sejahtera. Aplikasi SiPURNA terintegrasi dengan sistem Andal Kharisma, khususnya melalui modul Andal Payroll yang digunakan untuk mendukung digitalisasi perhitungan iuran dana pensiun dan pengelolaan administrasi perusahaan mitra.
Komitmen DPLK Avrist dalam memperluas inklusi dana pensiun tersebut juga tercermin dari
Hingga Desember 2025, total aset kelolaan DPLK Avrist mencapai Rp1,32 triliun, tumbuh 9,24 persen secara tahunan, dengan jumlah peserta meningkat 12,3 persen menjadi 29.253 orang.
Perencana Keuangan Nadia Harsya, menilai literasi perencanaan pensiun masih perlu diperkuat, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki skema pensiun formal. Menurutnya, tanpa perencanaan yang memadai, banyak individu mengalami penurunan kualitas hidup setelah pensiun, di tengah meningkatnya kebutuhan hidup dan biaya kesehatan.
"Disinilah perlunya layanan yang dapat menjangkau langsung setiap individu untuk merencanakan pensiunnya sejak dini. Dengan platform yang diluncurkan DPLK Avrist ini diharapkan mempermudah masyarakat mengakses perencanaan pensiun dimana saja dan kapan saja karena berbasis digital," tambah Nadia.
Adapun aplikasi ini memiliki perencanaan pensiun, mulai dari simulasi kebutuhan dana, pemantauan saldo, hingga pengelolaan strategi pencapaian tujuan pensiun, seiring dengan perkembangan industri dana pensiun berbasis digital.
