Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Amartha Ungkap Mayoritas Pendanaan Berasal Dari Bank
ilustrasi fintech (freepik.com/rawpixel.com)
  • Amartha mengungkap sekitar 60% pendanaannya masih berasal dari institusi perbankan, dengan dukungan sekitar 30 bank domestik dan beberapa lembaga keuangan internasional termasuk DFI.
  • Perusahaan menilai minat tinggi dari perbankan dan investor institusional didorong oleh tata kelola serta manajemen risiko Amartha yang memenuhi standar dan menjaga kepercayaan di tengah kondisi ekonomi menantang.
  • OJK mencatat pendanaan lender luar negeri industri Pindar tumbuh 18,28% secara tahunan hingga Rp14,06 triliun pada Maret 2026, menunjukkan kepercayaan global terhadap sektor ini tetap kuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Amartha Mikro Fintek mencatat 60 persen sumber dana masih berasal dari institusi perbankan, sementara sisanya adalah pemberi dana atau lender individu.

Chief Compliance and Sustainability Officer PT Amartha Mikro Fintek, Aria Widyanto mengatakan saat ini ada sekitar 30 bank domestik yang menjadi sumber pendanaan Amartha, serta sejumlah lembaga keuangan internasional, termasuk Development Finance Institution (DFI).

Menurut Aria, masuknya investor institusional tersebut tidak terlepas dari penilaian terhadap tata kelola perusahaan dan manajemen risiko yang dinilai memenuhi standar.

"Minat perbankan tetap tinggi. Buktinya secara nasional, pertumbuhan kreditnya masih positif," ujarnya di Jakarta, Rabu (20/5).

Menurutnya, kemampuan perseroan memenuhi standar juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. Dalam beberapa bulan terakhir, Amartha juga mencatat tambahan lender baru yang masuk ke platform.

"Pada saat mereka mau berinvestasi di Amartha kan pasti prosesnya macam-macam. Nah, itu yang kami sudah bisa penuhi. Termasuk bagaimana perlindungan terhadap nasabah. Standarnya seperti apa. Mungkin bagaimana kita mengelola transparansi dalam hal data," ujarnya.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK)menunjukkan outstanding pendanaan industri pendanaan bersama berbasis teknologi informasi (pindar) dari lender luar negeri pada Maret 2026 mencapai Rp14,06 triliun atau tumbuh 18,28 persen secara tahunan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) OJK, Agusman menyatakan peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan lender luar negeri terhadap industri pindar masih terjaga, yang mana didukung oleh pertumbuhan industri, serta perbaikan tata kelola dan manajemen risiko.

Untuk menjaga kepercayaan lender luar negeri, Agusman menegaskan, industri pindar perlu terus memperkuat kualitas pendanaan, menjaga transparansi kepada lender, serta meningkatkan tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen.

Pada Maret 2026, industri Pindar mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp0,68 triliun, yang didorong antara lain oleh pertumbuhan outstanding pembiayaan serta kemampuan dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan.

Editorial Team

EditorEkarina .