Jakarta, FORTUNE – Meski gonjang-ganjing geopolitik global memanas, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengklaim kondisi ekonomi dalam negeri masih terjaga dan stabil didukung oleh sinergi kebijakan yang kuat.
Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu ketidakpastian ekonomi global melalui kebijakan kontroversial seperti menculik Presiden Venezuela, keinginan mencaplok Greenland, serta serangkaian ancaman tarif baru.
“Sektor keuangan selama triwulan IV tahun 2025 dalam kondisi terjaga, didukung koordinasi dan sinergi kebijakan antar otoritas. Meski, memasuki bulan Januari 2026, volatilitas pasar keuangan global sempat meningkat, terutama disebabkan oleh ketegangan perdagangan dan geopolitik,” kata Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (27/1).
Purbaya menambahkan, di tengah tekanan global dan moderasi harga komoditas, APBN juga menjalankan peran strategis dalam meredam guncangan melalui belanja efektif. Hingga akhir triwulan IV 2025, realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari APBN. Sementara pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun atau sebesar 91,7 persen dari APBN.
“Dengan demikian, APBN mencatatkan defisit Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari PDB dan keseimbangan primer tercatat negatif sebesar Rp180,7 triliun,” kata Purbaya.
