Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Ilustrasi pembayaran KPR rumah (123rf/jilapong)
Ilustrasi pembayaran KPR rumah (123rf/jilapong)

Intinya sih...

  • Harga properti residensial naik 0,83 persen menurut IHPR BI triwulan IV-2025.

  • BCA tawarkan skema KPR bunga berjenjang untuk Gen Z dengan bunga spesial 1,69 persen fixed 1 tahun.

  • Mayoritas pembelian rumah primer dilakukan melalui KPR dengan pangsa 70,88 persen.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE –Tren kenaikan harga properti residensial pada penghujung 2025 menjadi tantangan nyata bagi generasi muda dalam memiliki hunian perdana. Merespons kondisi tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menawarkan skema KPR bunga berjenjang yang dirancang khusus demi mengakomodasi kemampuan finansial nasabah, terutama dari kalangan Gen Z.

Direktur BCA, Haryanto T. Budiman, mengungkapkan model bunga berjenjang sangat efektif karena memberikan beban bunga minimal pada tahun-tahun awal masa kredit. Strategi ini diharapkan menjadi jembatan bagi pekerja atau pengusaha muda yang baru merintis karier untuk mulai berinvestasi pada sektor properti.

“Mayoritas karyawan kami Gen Z, nasabah kami juga sama. Jadi kita harus berbicara dengan bahasa yang sama, dan properti tetap menjadi salah satu investasi terbaik,” ujar Haryanto melalui keterangan resmi, Senin (9/2).

Dalam ajang BCA Expoversary 2026, perseroan menawarkan promo bunga KPR 1,69 persen fixed 1 tahun dengan diskon provisi mencapai 50 persen.

Fleksibilitas tersebut juga didukung dengan pilihan tenor mulai dari 10 tahun, guna memastikan cicilan bulanan tetap terjangkau bagi kelompok usia di bawah 30 tahun yang kini mendominasi basis nasabah BCA.

Langkah proaktif perbankan ini menjadi penting mengingat data Bank Indonesia (BI) menunjukkan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan IV-2025 tumbuh 0,83 persen dalam setahun (YoY) ke level 110,56.

Harga rumah tipe menengah mengalami kenaikan tertinggi sebesar 1,12 persen (YoY), disusul tipe kecil yang tumbuh 0,76 persen (YoY), dan tipe besar yang meningkat stabil pada 0,72 persen (YoY).

Relevansi layanan pembiayaan perbankan semakin terlihat dari preferensi konsumen dalam membeli hunian. Berdasarkan survei yang sama, mayoritas pembelian rumah primer (70,88 persen) dilakukan melalui skema KPR.

Sementara itu, porsi pembelian secara tunai bertahap dan tunai keras masing-masing hanya sebesar 19,18 persen dan 9,94 persen.

Dengan meningkatnya indeks harga rumah pada seluruh tipe, dalam hematnya, BCA berharap skema yang ditawarkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti nasional.

Editorial Team