Jakarta, FORTUNE – Sepanjang lima tahun terakhir sejak dibentuk pada 13 September 2021 hingga akhir Maret 2026, holding Ultra Mikro (UMi) yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sebagai induk, bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah menjangkau lebih dari 33,7 juta nasabah pinjaman. Dengan dukungan basis simpanan mikro yang telah mencapai lebih dari 166 juta rekening.
Sejalan dengan penguatan tersebut, holding UMi juga terus mengembangkan layanan dan produk BRI Group seperti bullion (emas) melalui Tring dari Pegadaian hingga asuransi mikro. Bahkan, khusus total tabungan emas dan deposito emas dalam ekosistem UMi BRI Group telah mencapai 22 ton.
“Holding UMi telah berkembang menjadi ekosistem yang tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat literasi keuangan dan investasi, serta menciptakan jalur kenaikan kelas yang lebih terstruktur dan terukur bagi pelaku usaha, sehingga memperkuat daya saing di segmen mikro,” ujar Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (7/5).
Dalam konteks tersebut, perlindungan melalui produk asuransi mikro juga menjadi elemen yang kian penting. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, jumlah pemegang polis asuransi mikro bertambah sebanyak 7,9 juta polis.
Seiring dengan itu, ekosistem UMi ini juga mendorong peningkatan kapasitas usaha nasabah. Sepanjang kuartal I-2026, sebanyak 1,2 juta debitur berhasil naik kelas (graduasi).
Sebagai bentuk konkret dari sinergi tersebut, holding UMi mengembangkan gerai fisik bernama Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM) Co-Location, yaitu gerai layanan bersama yang dapat dimanfaatkan secara terintegrasi oleh nasabah BRI, PNM, dan Pegadaian.
Hingga Maret 2026, jumlah gerai SenyuM Co-Location telah mencapai 1.035 titik layanan.